Kamu memesan doenjang jjigae sambil minta tanpa daging, tapi kuahnya tetap terasa ikan teri. Kimchi yang kamu ambil karena mengira itu banchan sayur ternyata berisi saeujeot (udang fermentasi asin). Bagi orang yang vegetarian, mencari makanan halal, atau punya alergi makanan, tembok yang paling sering ditemui di restoran Korea adalah bahan yang tidak terlihat dari nama menu.
Panduan vegetarian Korea Tourism Organization pun menulis bahwa masakan Korea sering dimasak dengan kaldu daging atau ikan, dan tidak banyak restoran yang menyediakan menu vegetarian tersendiri. Karena itu, artikel ini tidak berisi daftar restoran, melainkan merangkum cara bertanya dan mengecek. Bahan dan cara memesan tiap masakan ada di 12 Makanan Korea yang Wajib Dicoba, jadi tidak kami ulang di sini.
Catatan: Isi di bawah ini disusun per 2026-09 dari materi publik Korea Tourism Organization, Institut Promosi Industri Halal Korea (한국할랄산업진흥원), National Law Information Center (국가법령정보센터), Kementerian Keamanan Pangan dan Obat (MFDS), Korea Disease Control and Prevention Agency (KDCA), dan lembaga lainnya. Buku panduan restoran ramah muslim dari Korea Tourism Organization adalah data per Desember 2021, dan sertifikasi halal restoran dari KMF yang kami cek kali ini semuanya bermasa berlaku 1 tahun. Penilaian akhir soal halal atau tidak, sesuaikan dengan standar yang kamu ikuti.
Bahan yang Tak Terlihat di Nama Menu Bersembunyi di Kaldu, Jeotgal, dan Taburan
Dalam masakan Korea, bahan hewani umumnya bersembunyi di tiga tempat: kaldu yang menjadi dasar kuah, jeotgal (makanan laut fermentasi asin) yang masuk ke kimchi dan bumbu, serta bahan pelengkap seperti telur dan ham yang ditaruh di atas masakan atau dicampur ke adonan. Nama menu hanya memberi tahu bahan utamanya, jadi nama menu yang tidak menyebut daging tidak berarti masakannya bebas bahan hewani.
Kimchi adalah contoh utamanya. Buku panduan muslim Korea Tourism Organization mencatat jeotgal pada isian bumbu kimchi sawi putih dan saeujeot pada kkakdugi (kimchi lobak), dan resep Kimchi Research Institute Pusan National University (부산대학교 김치연구소) juga memasukkan 4 cangkir saeujeot ke kimchi sawi putih serta memakai myeolchijeot (ikan teri fermentasi asin) untuk kimchi lain. Kimchi yang disajikan sebagai banchan tanpa ditanya pun termasuk yang perlu dicek.
Kuah lebih sulit dikenali lagi. Buku panduan Korea Tourism Organization menjelaskan bahwa kalguksu dan janchi guksu memakai kaldu ikan teri, kaldu dasar doenjang guk memakai ikan teri dan kombu atau air cucian beras, dan menulis bahwa tteokguk paling umum memakai kaldu bening daging sapi. Resep doenjang jjigae dari Korean Food Promotion Institute (한식진흥원) juga memasukkan 100 g sirloin sapi, dan kaldu ikan teri atau kaldu kerang disebut sebagai kaldu alternatif.
| Tempat bersembunyi | Contoh dalam materi lembaga publik | Kalimat untuk ditanyakan sebelum memesan |
|---|---|---|
| Kuah·kaldu | Kalguksu·janchi guksu (kaldu ikan teri), tteokguk (kaldu bening daging sapi), sundubu jjigae (daging sapi, ikan, dan kerang dalam kaldu ikan teri) | "국물에 멸치나 고기 들어가나요?" (Apakah kuahnya pakai ikan teri atau daging?) |
| Jeotgal·bumbu | Kimchi sawi putih (jeotgal), kkakdugi (saeujeot), aneka sundubu jjigae (biasanya saeujeot) | "김치나 양념에 젓갈 들어가나요?" (Apakah kimchi atau bumbunya pakai jeotgal?) |
| Taburan·adonan | Taburan kongguksu·adonan jeon sayuran (bisa berisi telur), gimbap sayur (bisa berisi ham·telur·crab stick) | "달걀이나 햄 들어가나요?" (Apakah ada telur atau ham?) |
Contoh di tabel adalah cara memasak umum yang tertulis di materi lembaga publik, sedangkan bahan sebenarnya berbeda di tiap restoran. Pada akhirnya, cara memastikannya adalah bertanya di restoran itu.
Kalau kamu muslim, tanyakan juga bahan asal babi seperti bacon, sosis, lard, gelatin, shortening, dan pengemulsi, serta alkohol yang dimasukkan ke masakan, seperti di lembar komunikasi Korea Tourism Organization. Apakah jeotgal atau aekjeot (kecap ikan) dianggap halal, silakan nilai berdasarkan standar yang kamu ikuti. Artikel ini hanya memandu sampai cara menanyakan apakah bahan itu terkandung.
Cara Membaca 4 Tingkat Restoran Ramah Muslim dari Korea Tourism Organization
Saat mencari restoran halal dari informasi wisata berbahasa Inggris, kamu akan menemukan label seperti Halal Certified, Self Certified, Muslim Friendly, dan Pork Free. Ini adalah 4 tingkat yang dipakai Korea Tourism Organization saat memandu restoran ramah muslim, dan VisitSeoul, situs informasi wisata resmi Kota Seoul, juga memakai empat nama yang sama.
| Tingkat | Penjelasan Korea Tourism Organization | Cara membacanya |
|---|---|---|
| Bersertifikat halal resmi (Halal Certified) | Restoran yang mendapat sertifikasi dari lembaga sertifikasi halal yang diakui, seperti Korea Muslim Federation (KMF) | Ada sertifikasi dari lembaga luar. Cek masa berlaku sertifikatnya |
| Sertifikasi mandiri muslim (Self Certified) | Restoran yang semua makanannya halal dan pemilik muslimnya sendiri yang menyatakannya halal | Bukan sertifikasi lembaga luar, melainkan pernyataan pemilik |
| Ramah muslim (Muslim Friendly) | Restoran yang menyediakan sebagian masakan halal dan bisa saja menjual minuman beralkohol | Masakan non-halal dan alkohol bisa ada bersamaan |
| Bebas babi (Pork Free) | Restoran yang tidak punya menu halal tetapi tidak memakai daging babi dan bisa saja menjual minuman beralkohol | Bukan restoran halal, melainkan restoran non-halal yang tidak memakai daging babi |
Buku panduan Korea Tourism Organization 'Muslim-Friendly Restaurants in Korea' membagi tingkatannya berdasarkan lima item, yaitu ada tidaknya sertifikasi halal, ada tidaknya manajer atau juru masak muslim, menu halal, tanpa alkohol, dan tanpa daging babi, dan untuk tingkat bersertifikat halal resmi juga mencantumkan syarat mempekerjakan setidaknya 1 orang pengelola atau juru masak muslim.
Hal yang paling perlu diwaspadai adalah tanggal acuan. Buku panduan ini adalah daftar terbaru yang dipublikasikan Korea Tourism Organization, tetapi di dalamnya tertulis bahwa informasinya per Desember 2021 dan mungkin sudah berubah sesudahnya. Data restoran ramah muslim di Culture Big Data Platform (문화 빅데이터 플랫폼) juga menyatakan bahwa karena program terkait berakhir, siklus pembaruannya berubah dari per kuartal menjadi per tahun sejak 2022. Apakah sistem klasifikasi ini masih berjalan sekarang, dan kalau sudah berakhir kapan berakhirnya, masih perlu dikonfirmasi karena kami tidak menemukan naskah asli dari Korea Tourism Organization.
Jadi, untuk restoran yang kamu temukan dari daftar atau tulisan perjalanan lama, cek dulu di aplikasi peta apakah masih buka, lalu periksa langsung sertifikat dan menunya di restoran. Cara memakai aplikasi peta ada di Panduan Naver Map & Kakao Map untuk Turis Asing.
Restoran Bersertifikat Halal KMF Dicek Lewat Daftar dan Masa Berlakunya
Nama yang paling sering muncul untuk sertifikasi halal restoran di Korea adalah Korea Muslim Federation (KMF, 한국이슬람교중앙회). Siaran pers berbahasa Inggris Ministry of Agriculture, Food and Rural Affairs (농림축산식품부) memperkenalkan KMF dan Korea Halal Authority (KHA) sebagai lembaga sertifikasi halal swasta di Korea. Pekerjaan sertifikasinya dijalankan oleh perkumpulan berbadan hukum Institut Promosi Industri Halal Korea (사단법인 한국할랄산업진흥원) di bawah KMF (Usadan-ro 10-gil 39, Yongsan-gu, Seoul; 02-793-6908), dan institut ini menyatakan bahwa sertifikasi halal KMF dimulai pada 1994.
Jalur pengecekannya adalah halaman sertifikasi halal di situs Institut Promosi Industri Halal Korea (haikorea.org). Dari sana tersambung daftar usaha bersertifikat halal KMF (Google Sheets), tempat kamu bisa melihat nama usaha, kategori, nomor sertifikat, dan masa berlaku. Daftar yang kami unduh pada 11 September 2026 berisi 1.120 baris, dan baris berkategori restoran hanya 5 baris (4 tempat bila dihitung per usaha). Pada hari itu, restoran yang masih dalam masa berlaku ada 2 usaha, dan masa berlaku kelima sertifikat restoran itu semuanya 1 tahun. Salah satu dari 2 usaha itu habis masa berlakunya pada 17 September 2026, dan daftar yang kami unduh ulang pada 2 Oktober 2026 tidak memuat perpanjangannya, jadi menurut daftar, restoran yang masih dalam masa berlaku ada 1 usaha.
Karena semua sertifikasi restoran yang kami cek berlaku 1 tahun, label sertifikasi di tulisan panduan wisata hanya benar per waktu penerbitannya. Restoran Korea yang diperkenalkan sebagai bersertifikat KMF dalam artikel restoran halal VisitSeoul (versi suntingan November 2022) pun tidak ada di daftar per 11 September 2026. Lihat tanggal masa berlaku pada sertifikat, bukan nama restorannya, dan kalau sertifikatnya tidak terlihat, cocokkan nama usaha dan masa berlakunya dengan daftar. Apakah daftar ini dikelola secara real-time, dan bagaimana sertifikasi restoran dari lembaga lain seperti KHA, belum bisa kami pastikan kali ini.
Pengakuan bersama dengan sertifikasi dari negara asal hanya kami tulis sejauh yang terkonfirmasi. Dalam siaran pers berbahasa Inggris tanggal 11 Desember 2023, Ministry of Agriculture, Food and Rural Affairs mengumumkan bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Indonesia serta KMF dan KHA menandatangani perjanjian saling pengakuan sertifikasi halal (MRA) di Jakarta pada 18 November 2023. Institut Promosi Industri Halal Korea menyebutkan bahwa komite halal KMF juga telah menjalin perjanjian saling pengakuan dan MOU dengan JAKIM Malaysia, MUIS Singapura, dan lainnya, tetapi kami tidak bisa membuka naskah asli daftar resmi JAKIM sehingga status pengakuan dari pihak Malaysia masih perlu dikonfirmasi.
Sekitar Masjid Pusat Seoul di Itaewon dan Cara Memakai Lembar Pertanyaan Halal
Kalau mencari kawasan tempat restoran halal berkumpul, sekitar Masjid Pusat Seoul (Seoul Central Mosque, 서울중앙성원) adalah titik awalnya. Alamatnya sama dengan Institut Promosi Industri Halal Korea yang disebut di atas, yaitu Usadan-ro 10-gil 39, Yongsan-gu, Seoul, berjarak 477 m dari Pintu Keluar 3 Stasiun Itaewon kereta bawah tanah Jalur 6. VisitSeoul memandu bahwa di luar masjid berkumpul restoran halal, toko daging halal, toko buku Islam, supermarket halal, dan agen perjalanan, dan daftar ruang salat di buku panduan Korea Tourism Organization pun mencantumkan restoran di gang yang sama. Namun, di gang ini pun tingkat tiap restoran bisa berbeda, jadi tetap cek pembagian 4 tingkat dan tanggal sertifikatnya dengan cara yang sama.
Kalau berkunjung ke masjid, ada imbauan untuk menghindari baju tanpa lengan, rok pendek, dan celana pendek, serta tidak memotret di depan orang yang sedang salat. Telepon masjid (02-794-7307) dan jam operasional (09:00~19:00) yang tertulis di buku panduan adalah data per Desember 2021, jadi cek ulang. Tempat dengan tujuan yang jelas seperti ini juga bisa kamu datangi langsung dengan taksi. LACHA adalah aplikasi transportasi dan pembayaran untuk memanggil taksi tanpa verifikasi identitas dengan ponsel Korea, tetapi tidak menyediakan pencarian restoran maupun pengecekan sertifikasi halal.
Kalau sulit bertanya secara lisan, lihat 'lembar komunikasi untuk pengunjung muslim dan orang Korea' serta percakapan tunjuk jari di buku panduan Korea Tourism Organization. Isinya pertanyaan yang dibuat agar staf bisa menjawab ya atau tidak, serta kalimat permintaan, jadi cukup salin ke aplikasi catatan lalu tunjukkan.
- "할랄 메뉴가 있나요?" (Ada menu halal?)
- "포크프리 메뉴가 있나요? (베이컨·소시지·라드·젤라틴·쇼트닝·유화제 등 돼지 유래 원료가 전혀 없는 음식)" (Ada menu bebas babi? Maksudnya makanan yang sama sekali tidak mengandung bahan asal babi seperti bacon, sosis, lard, gelatin, shortening, atau pengemulsi.)
- "이 요리에 돼지고기나 돼지 유래 원료가 들어가나요?" (Apakah masakan ini mengandung daging babi atau bahan asal babi?)
- "음식에 술 넣지 마세요." (Tolong jangan masukkan alkohol ke dalam makanan.)
- "기도할 공간이 있나요?" (Ada tempat untuk salat?)
Meskipun staf menjawab tidak ada, jawaban itu tidak menjamin bahwa tidak ada pencampuran di dapur yang sama. Kalau standarmu ketat, hal yang perlu dicek jadi lebih sedikit bila kamu memilih restoran yang punya tingkat sertifikasi lebih dulu.

Kalimat Bahasa Korea untuk Disampaikan ke Restoran Sesuai Standar Vegetarianmu
Panduan vegetarian Korea Tourism Organization menyarankan agar kamu memberi tahu restoran soal pantangan makanmu lebih dulu dan menyebutkan bahan yang ingin dihindari secara spesifik. Kalau kamu hanya bilang "고기 빼 주세요" (tolong tanpa daging), potongan dagingnya mungkin dikeluarkan, tetapi kaldu ikan teri, jeotgal, atau telurnya bisa tetap ada. Kami menyusunnya bukan dengan nama tingkatan vegetarian, melainkan dengan kalimat yang menyebutkan bahan yang tidak bisa kamu makan, jadi salin baris yang sesuai standarmu ke aplikasi catatan.
| Standarmu | Kalimat bahasa Korea untuk ditunjukkan | Bahan yang perlu ikut dicek |
|---|---|---|
| Hanya tidak makan daging | "저는 고기를 못 먹어요. 고기와 고기 육수는 빼 주세요." (Saya tidak bisa makan daging. Tolong tanpa daging dan kaldu daging.) | Kaldu daging sapi, ham |
| Tidak makan daging, ikan, dan makanan laut | "저는 고기, 생선, 해산물을 못 먹어요. 멸치 육수와 젓갈도 빼 주세요." (Saya tidak bisa makan daging, ikan, dan makanan laut. Tolong tanpa kaldu ikan teri dan jeotgal juga.) | Kaldu ikan teri, saeujeot, crab stick |
| Sama sekali tidak makan bahan hewani | "저는 고기, 생선, 해산물, 달걀, 우유를 못 먹어요. 육수와 젓갈도 빼 주세요." (Saya tidak bisa makan daging, ikan, makanan laut, telur, dan susu. Tolong tanpa kaldu dan jeotgal juga.) | Telur pada taburan kongguksu dan adonan jeon |
| Standar masakan kuil Buddha (juga tidak makan osinchae) | "저는 고기, 생선, 해산물, 달걀, 우유를 못 먹어요. 육수와 젓갈도 빼 주세요. 파, 마늘, 부추, 달래도 빼 주세요." (Saya tidak bisa makan daging, ikan, makanan laut, telur, dan susu. Tolong tanpa kaldu dan jeotgal juga. Tolong tanpa daun bawang, bawang putih, kucai, dan dallae juga.) | Osinchae (daun bawang, bawang putih, kucai, dallae, heunggeo) |
Kalimat minta tanpa daun bawang dan bawang putih hanya untuk yang mengikuti standar masakan kuil Buddha. Kalau kamu vegetarian yang tetap makan osinchae, kamu malah menyampaikan pantangan yang tidak perlu. Kalimat yang ditunjukkan hanya memuat empat dari lima osinchae, jadi kalau kamu juga ingin menyebut heunggeo, tunjukkan kelimanya di kolom kanan apa adanya.
Untuk menu, kamu bisa merujuk alternatif yang disebut panduan vegetarian Korea Tourism Organization (masakan kuil Buddha, bibimbap tanpa daging dan telur, kongguksu, jeon sayuran, muk, dan tahu). Namun, panduan yang sama menulis bahwa taburan kongguksu dan adonan jeon sayuran bisa berisi telur, jadi pada menu alternatif pun tunjukkan juga kalimat di tabel.
Kalau buntu berkomunikasi, kamu bisa memakai Korea Travel Hotline (관광통역안내전화) 1330. Di dalam Korea tekan 1330 tanpa kode area, dan dari luar negeri +82-2-1330. Konsultasi tersedia dalam bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, Rusia, Vietnam, Thailand, dan Melayu/Indonesia (per Februari 2026), sedangkan jam operasional tiap bahasa perlu dikonfirmasi. Kanal obrolan seperti KakaoTalk dan LINE juga tercantum dalam panduannya (per Maret 2023).
Mencari Restoran Vegan dan Vegetarian dengan Masakan Kuil Buddha dan Peta Vegetarian
Kalau setiap kali minta bahan dikeluarkan terasa merepotkan, ada cara mencari tempat yang sejak awal tidak memakai bahan hewani. Yang standarnya paling jelas adalah masakan kuil Buddha (사찰음식). Cultural Corps of Korean Buddhism (한국불교문화사업단) menjelaskan bahwa masakan kuil Buddha tidak memakai makanan hewani dan juga osinchae (daun bawang, bawang putih, kucai, dallae, heunggeo), dan Encyclopedia of Korean Culture (한국민족문화대백과사전) juga menulis bahwa kuil-kuil Buddha di Korea tidak memasukkan osinchae ke dalam makanan.
Namun, ini adalah penjelasan tentang masakan kuil Buddha. Belum ada materi terkonfirmasi yang menunjukkan bahwa restoran umum yang memasang label 'ala masakan kuil' atau 'menu vegetarian' memasak dengan standar yang sama, jadi di tempat seperti itu pun tanyakan sekali lagi soal kaldu dan jeotgal.
Lokasi restoran bisa dicari dengan 채식한끼, layanan peta vegetarian Korea. Di peta web (oneveganmeal.com/map), kamu bisa menyaring berdasarkan vegan dan opsi vegan, serta jenis usaha restoran, kafe, bakery, pub, dan waralaba. Tampilannya berbahasa Korea dan kami belum bisa memastikan dukungan bahasa asingnya, jadi kalau perlu, nyalakan fitur terjemahan browser. 'Vegan Life in Seoul' di VisitSeoul (disunting November 2025) juga memperkenalkan restoran masakan kuil Buddha di Jongno-gu serta restoran vegan di Itaewon dan Haebangchon, tetapi informasinya per waktu penyuntingan, jadi cek ulang apakah masih buka.
Status vegan suatu produk juga bisa dicek lewat logo sertifikasi. Panduan vegetarian Korea Tourism Organization memperkenalkan logo sertifikasi vegan dari 6 lembaga, termasuk 한국비건인증원 (lembaga sertifikasi vegan Korea), Vegan Society, dan V-Label.
Ingin mengurus semuanya sejak perjalanan pertama setelah mendarat dalam satu aplikasi? Coba LACHA.
Dirancang untuk dipakai tanpa nomor telepon atau rekening bank Korea, mendukung DANA, Alipay, Apple Pay, dan metode pembayaran luar negeri lainnya. Tampilan aplikasinya berbahasa Inggris. Panggil taksi, pesan KTX, bus ekspres, dan kereta bandara AREX, semua dalam satu aplikasi.
Kupon diskon transportasi Korea hingga 60% (maks. ₩3.000): masukkan kode saat daftar. KTX dapat diskon tambahan hingga 18%
Unduh sekarang
Tempat yang Wajib Mencantumkan Informasi Alergen dan yang Tidak
Kewajiban mencantumkan informasi alergen di restoran Korea lebih sempit dari yang kamu kira. Jangan berharap semua menu punya informasi alergi, tetapi bukan berarti sama sekali tidak ada kewajiban.
Dasar hukumnya untuk restoran adalah Pasal 11-2 「Undang-Undang Khusus tentang Pengelolaan Keamanan Pola Makan Anak」 (어린이 식생활안전관리 특별법). Pasal ini mewajibkan pelaku usaha yang ditetapkan dengan dekret presiden (대통령령), yaitu usaha yang terutama memasak dan menjual makanan kesukaan anak (어린이 기호식품), untuk mencantumkan nama bahan baku pemicu alergi, dan Pasal 8 Peraturan Pelaksanaan undang-undang yang sama menetapkan sasarannya sebagai rumah makan ringan (휴게음식점), rumah makan umum (일반음식점), dan toko roti (제과점) yang merupakan usaha waralaba dengan jumlah gerai milik sendiri dan gerai waralaba digabung 50 atau lebih. Standar ini diperluas dari 100 gerai atau lebih menjadi 50 gerai atau lebih pada 13 Juli 2021, jadi angka '100 atau lebih' yang masih tersisa di berita lama adalah standar lama.
Makanan yang wajib dicantumkan adalah yang ditetapkan pengumuman (고시) Kementerian Keamanan Pangan dan Obat: kue dan roti, es krim, hamburger dan piza, serta makanan lain yang dimasak dan dijual yang hendak dicantumkan informasi alerginya oleh pelaku usaha. Di gerai, informasinya harus ditulis di sekitar nama produk atau harga pada menu, atau disediakan buku kecil atau poster dengan pemberitahuan seperti '알레르기 유발 식품에 대한 정보표시 책자가 계산대에 비치되어 있습니다' (buku informasi makanan pemicu alergi tersedia di kasir). Untuk pesan-antar lewat aplikasi, informasinya harus ada di sekitar nama produk dan harga di aplikasi, dan untuk pesan-antar lewat telepon disampaikan lewat leaflet atau stiker, sedangkan apakah platform aplikasi pesan-antar itu sendiri punya kewajiban masih perlu dikonfirmasi.
| Di mana | Kewajiban mencantumkan informasi alergen | Di mana melihatnya |
|---|---|---|
| Rumah makan ringan, rumah makan umum, dan toko roti dengan total gerai milik sendiri dan gerai waralaba 50 atau lebih | Ada (kue dan roti, es krim, hamburger dan piza, dll.) | Di sekitar nama produk dan harga pada menu, atau buku kecil dan poster di kasir |
| Pesan-antar lewat aplikasi atau telepon dari pelaku usaha yang sama | Ada | Di sekitar nama produk dan harga di aplikasi; untuk pesanan telepon, leaflet atau stiker yang ikut diantar |
| Makanan kemasan yang dijual di minimarket dan tempat lain | Ada (Peraturan Menteri Pelaksanaan UU Pelabelan dan Iklan Pangan, Lampiran 2) | Kolom informasi alergen di dekat daftar bahan baku dan keterangan kemungkinan tercampur |
| Kedai lingkungan lainnya (restoran Korea, pasar, kedai lawas, dll.) | Kami tidak menemukan ketentuan yang mewajibkannya secara umum | Jangan mengandalkan label, tanya langsung ke staf |
Dalam kewajiban yang harus dipatuhi usaha jasa makanan (식품접객업) di Lampiran 17 「Peraturan Menteri Pelaksanaan Undang-Undang Sanitasi Pangan」 (revisi 1 September 2026), tidak ada kata 'alergi', dan dalam penelusuran kali ini kami tidak menemukan ketentuan yang secara umum mewajibkan kedai lingkungan lainnya mencantumkan informasi alergen. Artinya, di restoran Korea di lingkungan sekitar, pasar, dan kedai lawas, kamu harus bertanya ke staf dalam bahasa Korea. Masukkan bahan pemicu alergimu ke dalam tanda kurung, lalu tunjukkan.
- "저는 (땅콩) 알레르기가 있어요." (Saya alergi (kacang tanah).)
- "이 음식에 (땅콩) 들어가나요? 국물이나 양념에도요?" (Apakah makanan ini mengandung (kacang tanah)? Termasuk di kuah atau bumbunya?)
- "조금만 들어가도 위험해요. 빼 주실 수 있나요?" (Sedikit saja sudah berbahaya bagi saya. Bisakah bahan itu dikeluarkan?)
Untuk makanan kemasan, Lampiran 2 「Peraturan Menteri Pelaksanaan Undang-Undang tentang Pelabelan dan Iklan Pangan」 (식품 등의 표시ㆍ광고에 관한 법률 시행규칙) menetapkan zat pemicu alergi yang wajib dicantumkan. Daftarnya: telur (알류, hanya dari unggas), susu (우유), soba (메밀), kacang tanah (땅콩), kedelai (대두), gandum (밀), makarel (고등어), kepiting (게), udang (새우), daging babi (돼지고기), persik (복숭아), tomat (토마토), sulfit (아황산류, hanya bila sulfur dioksida dalam produk akhir 10 mg atau lebih per 1 kg), kenari (호두), daging ayam (닭고기), daging sapi (쇠고기), cumi-cumi (오징어), kerang-kerangan (조개류, termasuk tiram, abalon, dan kerang hijau), dan kacang pinus (잣). Cara menghitungnya berbeda antar-materi sehingga jumlah jenisnya disebut berbeda-beda, jadi cek dengan daftar ini, bukan dengan angkanya.
Labelnya berbentuk kolom informasi alergen di dekat daftar bahan baku dengan warna yang dibedakan dari latar, dan semua zat pemicu yang dipakai sebagai bahan baku ditulis tanpa memandang jumlahnya (bentuknya seperti '달걀, 우유, 새우, 이산화황, 조개류(굴) 함유' = mengandung telur, susu, udang, sulfur dioksida, kerang-kerangan (tiram)). Meskipun tidak dipakai, kalau ada kekhawatiran tercampur lewat pekerja, alat, jalur produksi, atau proses penyimpanan bahan baku yang sama, harus ditambahkan keterangan seperti '메밀 혼입 가능성 있음' (mungkin tercampur soba), jadi kalau alergimu berat, baca juga keterangan kemungkinan tercampur. Panduan umum memakai minimarket ada di Panduan Lengkap Convenience Store Korea.
Daging babi ada di daftar sehingga pembaca muslim juga bisa merujuk kolom ini, tetapi kolom ini bukan kolom yang memberi tahu halal atau tidak. Kandungan alkohol dan cara penyembelihan tidak ada di daftar. Apakah label ini berlaku untuk produk tidak berkemasan seperti makanan siap saji atau roti buatan toko juga masih perlu dikonfirmasi.
Saat Reaksi Alergi Muncul: Auto-injector, 119, dan Unit Gawat Darurat
Korea Disease Control and Prevention Agency (KDCA) menjelaskan anafilaksis sebagai reaksi alergi seluruh tubuh yang berkembang cepat dan mengancam nyawa. Menurut penjelasannya, muncul gejala seperti penurunan tekanan darah, sesak napas, dan pingsan, penderitanya wajib dibawa ke unit gawat darurat, dan dibutuhkan suntikan epinefrin ke otot. Penyebab makanan yang umum disebutkan antara lain telur, susu, kenari, kacang tanah, gandum, soba, krustasea, buah, kacang-kacangan, dan ikan. Urutan penanganan menurut pedoman KDCA adalah sebagai berikut.
- Baringkan di tempat yang datar.
- Kalau ada auto-injector epinefrin (alat suntik mandiri), suntikkan ke otot paha. Dosis yang dipandu: berat badan 15~30 kg sebanyak 0,15 mg, berat badan di atas 30 kg sebanyak 0,3 mg (mengacu pada izin edar produk di Korea; pedoman KDCA menulis '30 kg atau lebih sebanyak 0,3 mg' sehingga keduanya bertumpuk tepat di 30 kg).
- Sambil menyuntik, bersamaan itu panggil 119.
- Meskipun gejalanya membaik, tetap bawa ke rumah sakit.
Perhatian: Kalau dicurigai anafilaksis, jangan mencari taksi untuk pergi ke unit gawat darurat, panggil 119. Dasar bahwa orang asing pun bisa memanggil 119 ada di Peta Telepon Darurat Korea, sedangkan biaya unit gawat darurat dan telepon penerjemah medis dirangkum di Cara ke Rumah Sakit di Korea.
Di Korea, auto-injector epinefrin Jext Prefilled Pen (젝스트프리필드펜주, 150 mikrogram dan 300 mikrogram) adalah obat resep (전문의약품) sehingga butuh resep dokter. Selama perjalanan kamu tidak bisa membelinya di apotek tanpa resep, jadi kalau alergimu berat, konsultasikan dengan dokter yang biasa menanganimu sebelum berangkat dari negaramu untuk menyiapkannya, dan pelajari cara memakainya. KDCA juga menyarankan agar selalu membawa auto-injector dan memberi tahu zat pemicunya lebih dulu ke restoran dan tempat lain. Cara membeli obat ada di Cara Beli Obat di Korea.
Kalau sulit menjelaskan gejala dan makanan yang dimakan dalam bahasa Korea, kamu bisa mendapat bantuan penerjemahan dari 1330, tetapi saat gawat darurat, yang pertama harus dipanggil adalah 119. Bagian ini memindahkan isi pedoman KDCA dan bukan nasihat medis. Tidak ada jaminan pula bahwa label atau jawaban staf bisa mencegah kontaminasi silang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q1. Apakah restoran berlabel Muslim Friendly adalah restoran halal? A. Bukan. Menurut definisi Korea Tourism Organization, ramah muslim (Muslim Friendly) adalah restoran yang menyediakan sebagian masakan halal dan bisa saja menjual minuman beralkohol, sedangkan bebas babi (Pork Free) adalah restoran non-halal yang tidak memakai daging babi. Kalau kamu menginginkan sertifikasi dari lembaga luar, cari restoran bersertifikat halal resmi (Halal Certified) dan cek masa berlaku sertifikatnya. Ingat juga bahwa daftar Korea Tourism Organization itu sendiri adalah data per Desember 2021.
Q2. Apakah sertifikasi halal KMF juga diakui menurut standar Indonesia atau Malaysia? A. Perjanjian saling pengakuan (MRA) antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Indonesia dan KMF serta KHA terkonfirmasi lewat siaran pers berbahasa Inggris Ministry of Agriculture, Food and Rural Affairs (11 Desember 2023). Pengakuan bersama dengan JAKIM Malaysia disebutkan oleh Institut Promosi Industri Halal Korea, tetapi kami belum bisa mengecek naskah asli daftar resmi JAKIM. Terlepas dari perjanjian itu, penilaian akhir soal halal atau tidak, sesuaikan dengan standar yang kamu ikuti.
Q3. Apakah kimchi atau doenjang jjigae termasuk makanan vegetarian? A. Kalau apa adanya, bisa jadi bukan. Buku panduan Korea Tourism Organization mencatat jeotgal pada isian bumbu kimchi sawi putih dan saeujeot pada kkakdugi, dan resep doenjang jjigae dari Korean Food Promotion Institute memakai sirloin sapi serta menyebut kaldu ikan teri sebagai kaldu alternatif. Bahannya berbeda di tiap restoran, jadi tanyakan "김치에 젓갈 들어가나요?" (Apakah kimchinya pakai jeotgal?) dan "국물에 멸치나 고기 들어가나요?" (Apakah kuahnya pakai ikan teri atau daging?).
Q4. Apakah semua menu restoran Korea mencantumkan informasi alergen? A. Tidak. Yang wajib mencantumkan adalah rumah makan ringan, rumah makan umum, dan toko roti berbentuk usaha waralaba dengan total gerai milik sendiri dan gerai waralaba 50 atau lebih, dan makanan sasarannya pun kue dan roti, es krim, hamburger dan piza, dan sejenisnya. Gerai seperti ini harus memberi tahu di sekitar harga pada menu atau lewat buku kecil di kasir. Untuk restoran Korea di lingkungan sekitar, pasar, dan kedai lawas, kami tidak menemukan ketentuan kewajiban pencantuman yang berlaku umum, jadi tanyakan langsung ke staf.
Q5. Apakah auto-injector epinefrin bisa dibeli di apotek Korea? A. Tanpa resep tidak bisa. Produk yang beredar di Korea, Jext Prefilled Pen (젝스트프리필드펜주, 150 dan 300 mikrogram), adalah obat resep (전문의약품) sehingga butuh resep dokter. Kalau alergimu berat, konsultasikan dengan dokter yang biasa menanganimu sebelum berangkat untuk menyiapkannya, dan kalau reaksi muncul, pakai auto-injector sambil bersamaan memanggil 119. Prosedur berobat ada di Cara ke Rumah Sakit di Korea.
Catatan: Artikel ini bertujuan memberikan informasi umum. Isinya disusun per 2026-09 dari materi Korea Tourism Organization (buku panduan restoran ramah muslim per Desember 2021, panduan vegetarian diperbarui Oktober 2023), VisitSeoul dari Seoul Tourism Organization, Cultural Corps of Korean Buddhism (한국불교문화사업단), Encyclopedia of Korean Culture (한국민족문화대백과사전), Culture Big Data Platform (문화 빅데이터 플랫폼), Korean Food Promotion Institute (한식진흥원), Institut Riset Kimchi Universitas Nasional Pusan, dan Chaesikhankki (채식한끼); daftar usaha bersertifikat halal KMF dari Institut Promosi Industri Halal Korea (dicek 2026-09-11 dan 2026-10-02) dan siaran pers Ministry of Agriculture, Food and Rural Affairs; Lampiran 2 「Peraturan Menteri Pelaksanaan Undang-Undang tentang Pelabelan dan Iklan Pangan」, 「Undang-Undang Khusus tentang Pengelolaan Keamanan Pola Makan Anak」 beserta Peraturan Pelaksanaan undang-undang yang sama, Lampiran 17 「Peraturan Menteri Pelaksanaan Undang-Undang Sanitasi Pangan」, dan pengumuman Kementerian Keamanan Pangan dan Obat di National Law Information Center (국가법령정보센터); serta materi Korea Disease Control and Prevention Agency dan Portal Keamanan Obat MFDS (의약품안전나라). Persyaratan rinci sertifikasi restoran KMF, siklus pengelolaan daftar sertifikasi, status pengakuan JAKIM, jam operasional 1330 per bahasa saat ini, dan besaran denda administratif karena tidak mencantumkan informasi alergen belum bisa kami pastikan dari sumber primer sehingga tidak kami tulis. Artikel ini bukan penetapan halal maupun nasihat medis, dan informasi sertifikasi, peraturan, serta restoran bisa berubah, jadi cek ulang di kanal resmi tiap lembaga dan restoran sebelum menggunakannya. LACHA tidak menyediakan pencarian atau reservasi restoran, pengecekan sertifikasi halal, pengecekan informasi alergen, maupun panduan medis.






