Anda mengangkat tangan, dan taksi pun berhenti. Sopir menurunkan sedikit jendelanya, menanyakan tujuan, lalu pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa. Ada juga yang mengunci pintu dan hanya melambaikan tangan tanda menolak. Orang yang belum lama berada di Korea sering menganggapnya "hari ini lagi sial" atau "mungkin pelafalan saya aneh", lalu membiarkannya.
Padahal ini bukan soal nasib. Taksi yang tidak mengangkut penumpang tanpa alasan yang sah melakukan tindakan yang dilarang undang-undang. Dasarnya adalah Pasal 16 ayat 1 angka 1 「Undang-Undang tentang Pengembangan Usaha Angkutan Taksi」 (택시운송사업의 발전에 관한 법률, disingkat UU Pengembangan Taksi atau 택시발전법), dan pasal itu menyatakan bahwa pekerja angkutan taksi tidak boleh melakukan "tindakan menolak penumpang naik atau menurunkan penumpang di tengah jalan tanpa alasan yang sah".
Artikel ini hanya membahas penolakan penumpang. Kasusnya berbeda sama sekali dengan penipuan tarif, yaitu menagih lebih mahal dari seharusnya. Butir pasalnya berbeda, tingkat sanksinya berbeda, dan bukti yang dibutuhkan juga berbeda. Untuk penolakan penumpang, buktinya adalah nomor kendaraan dan situasi saat Anda ditolak, sedangkan untuk penipuan tarif, buktinya adalah argo·struk·riwayat pembayaran. Kalau masalahnya soal tarif, sebaiknya baca Cara Menghindari Penipuan & Sengketa Taksi di Korea.
Ada yang perlu disampaikan sejak awal. Pemerintah Kota Seoul menyatakan bahwa dari laporan yang diterima, "kasus yang tidak bisa dikenai sanksi administratif karena bukti tidak cukup dan alasan lain melebihi 90%". Yang membawa laporan sampai ke sanksi bukanlah rasa marah, melainkan satu baris nomor kendaraan. Karena itu, artikel ini lebih banyak membahas apa yang perlu dicatat di tempat Anda ditolak daripada penjelasan pasal.
Catatan: Undang-undang, kriteria sanksi, dan kanal pelaporan di bawah ini disusun per September 2026 dari naskah asli undang-undang di National Law Information Center (국가법령정보센터) serta materi yang dipublikasikan Pemerintah Kota Metropolitan Seoul, Pemerintah Kota Metropolitan Incheon, 120 Dasan Call Foundation, dan Korea Tourism Organization. Kanal dan jam layanan bisa berubah, jadi cek lagi di halaman resmi tiap instansi sebelum melapor.
Dasar Hukum Penolakan Penumpang Bukan UU Angkutan Penumpang Kendaraan Bermotor
Banyak panduan berbahasa Korea menyebut Pasal 26 ayat 1 angka 1 「Undang-Undang Usaha Angkutan Penumpang Kendaraan Bermotor」 (여객자동차 운수사업법) sebagai dasar hukum penolakan penumpang. Namun, Pasal 16-3 Peraturan Pelaksana undang-undang yang sama secara tegas mengecualikan usaha angkutan taksi umum (taksi perusahaan) dan usaha angkutan taksi pribadi (taksi perorangan) dari cakupan pasal tersebut. Taksi yang kita naiki di jalan hampir semuanya termasuk salah satu dari keduanya.
Jadi pasal yang benar-benar berlaku adalah Pasal 16 ayat 1 angka 1 UU Pengembangan Taksi. Dengan mengetahui pasalnya secara tepat, Anda tidak akan menulis undang-undang yang salah di laporan, dan saat mencari naskah aslinya pun tidak nyasar ke halaman undang-undang lain. Naskah aslinya ada di law.go.kr/법령/택시운송사업의 발전에 관한 법률.
Pasal itu juga mencakup "tindakan menurunkan penumpang di tengah jalan", yaitu diturunkan di tengah perjalanan (도중하차). Disuruh turun setelah naik dengan alasan "arahnya tidak cocok" pun terkena pasal yang sama dan kriteria sanksi yang sama. Anda tidak perlu merasa harus memakluminya hanya karena sempat diantar sebentar.
Kewenangan menjatuhkan sanksi ada pada Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi serta kepala pemerintah daerah tingkat provinsi/kota metropolitan (시·도지사). Pasal 16 ayat 2 UU Pengembangan Taksi menetapkan bahwa kualifikasi pengemudi (운전업무 종사자격) milik pekerja angkutan yang melanggar dapat dicabut, atau dibekukan untuk jangka waktu tertentu paling lama 6 bulan. Kalau taksinya taksi perusahaan, berdasarkan Pasal 18 ayat 1 angka 4 undang-undang yang sama, operatornya pun bisa dikenai perintah seperti pencabutan izin usaha, penghentian usaha paling lama 6 bulan, atau pengurangan jumlah kendaraan (dikecualikan apabila operator tidak lalai menjalankan kehati-hatian dan pengawasan yang semestinya).
Perhatian: Penolakan penumpang bukan kasus untuk dilaporkan ke 112 (polisi) atau 119. Ini bukan perkara pidana, melainkan pelanggaran administratif yang disanksi pemerintah daerah, sehingga kewenangan atas laporan ada pada kepala daerah tingkat provinsi/kota metropolitan (시·도지사) serta wali kota, bupati, dan kepala distrik (시장·군수·구청장). Kalau terjadi kejahatan lain bersamaan, seperti penganiayaan, penyekapan, atau pemaksaan, saat itulah 112 yang tepat.
Mana yang Termasuk Penolakan Penumpang, Mana yang Penolakan Sah?
Dalam panduan pengaduan taksinya, Pemerintah Kota Metropolitan Incheon menyebut tindakan yang dianggap penolakan penumpang sebagai berikut.
- Setelah menanyakan tujuan, sopir menolak Anda naik lalu langsung berangkat
- Sopir mengunci pintu dan menolak dengan isyarat tangan, atau tidak membukakan pintu
- Anda sudah menyebut tujuan ke taksi kosong, tetapi sopir langsung tancap gas tanpa menjawab
- Setelah Anda naik, sopir menyuruh turun karena arahnya tidak cocok
- Sopir memilih-milih hanya penumpang dengan tujuan yang ia sukai
- Setelah taksi panggilan (call taxi) ditugaskan, sopir tidak datang atau memberi berbagai alasan
- Sopir meminta tarif tambahan di luar tarif argo lalu menyuruh Anda turun
Sebaliknya, ada juga penolakan sah yang diakui hukum. Berikut tujuh situasi yang sama-sama tercantum di panduan Pemerintah Kota Seoul dan Kota Incheon.
| Situasi yang dianggap penolakan sah | Syarat dan hal yang perlu diperhatikan |
|---|---|
| Penumpang yang begitu mabuk sampai tidak bisa menyebutkan tujuan | Tidak berlaku kalau penumpang masih bisa menyampaikan maksudnya |
| Perjalanan ke luar wilayah operasi taksi tersebut | Ini penolakan sah yang paling sering dialami orang asing |
| Taksi sudah selesai beroperasi dan melaju dengan lampu taksi mati | Kalau lampu tanda kosong (빈차) menyala, taksi dianggap sedang beroperasi |
| Jam pergantian sopir | Papan tanda harus dipasang agar mudah dikenali dari luar, dan jam pergantiannya paling lama 1 jam |
| Sedang menunggu penumpang reservasi dengan lampu reservasi panggilan menyala | Tampilan lampu reservasi itulah dasarnya |
| Penumpang membawa hewan peliharaan atau barang yang berbahaya·menimbulkan rasa jijik | Penilaian bisa berbeda, misalnya tergantung dipakai kandang hewan atau tidak |
| Naik di lajur jalan yang berisiko kecelakaan lalu lintas | Kasus menghentikan taksi di tengah badan jalan |
Yang paling membingungkan adalah baris keempat. Ucapan "sedang jam pergantian, jadi tidak bisa" saja tidak cukup menjadi alasan yang sah. Alasan itu hanya diakui kalau papan tanda jam pergantian dipasang sehingga bisa dikenali dari luar dan jam pergantiannya paling lama 1 jam. Baris kedua, perjalanan ke luar wilayah operasi, juga baik diketahui supaya Anda tidak merasa diperlakukan tidak adil. Taksi Seoul yang menolak arah Gyeonggi, atau taksi daerah yang menolak arah kota/kabupaten lain, termasuk kasus yang secara aturan diakui.
Lalu ada satu hal yang pasti. "Karena Anda orang asing" atau "karena bahasanya tidak nyambung" tidak ada di mana pun dalam tujuh poin di atas. Tidak mengangkut penumpang dengan alasan tidak bisa berkomunikasi bukanlah alasan yang sah, tetapi banyak orang menganggapnya kesalahan diri sendiri lalu membiarkannya.
📌 Catatan: Daftar di atas adalah kriteria yang dipandu Pemerintah Kota Seoul dan Kota Incheon. Penilaian akhir apakah suatu penolakan benar-benar sah ada pada instansi pemberi sanksi (pemerintah daerah). Meskipun terasa meragukan, cukup simpan catatannya, jadi tidak perlu menyerah lebih dulu.
Sanksinya Datang dari Dua Jalur: Denda Administratif dan Kualifikasi Mengemudi
Bagian ini paling sering disalahpahami. Untuk penolakan penumpang, ada dua sanksi yang sifatnya berbeda dan masing-masing dijatuhkan terpisah. Yang satu tidak menggantikan yang lain, dan keduanya juga tidak dijumlahkan menjadi satu.
Yang pertama adalah denda administratif (과태료). Pasal 23 ayat 2 angka 1 UU Pengembangan Taksi menetapkan denda administratif paling banyak 1.000.000 won untuk pelanggaran Pasal 16 ayat 1. Angka 1.000.000 won ini adalah batas atas yang ditetapkan undang-undang, bukan jumlah yang benar-benar dikenakan. Jumlah yang benar-benar dikenakan mengikuti kriteria pengenaan di Lampiran 3 Peraturan Pelaksana undang-undang yang sama: pelanggaran ke-1 200.000 won, ke-2 400.000 won, ke-3 dan seterusnya 600.000 won.
Denda administratif adalah sistem yang berbeda dari denda pidana (벌금) yang merupakan hukuman pidana. Karena merupakan sanksi pelanggaran ketertiban administratif yang tunduk pada 「Undang-Undang Pengaturan Pelanggaran Ketertiban」 (질서위반행위규제법), denda ini tidak meninggalkan catatan kriminal. Berdasarkan Pasal 19 ayat 1 undang-undang tersebut, denda tidak bisa lagi dikenakan setelah lewat 5 tahun sejak tanggal pelanggaran berakhir, dan berdasarkan Pasal 18, jumlahnya bisa dikurangi kalau dibayar sukarela dalam batas waktu penyampaian pendapat (menurut panduan Pemerintah Kota Seoul, maksimal 20%).
Yang kedua adalah sanksi kualifikasi mengemudi. 'Kriteria Sanksi Pencabutan dan Lainnya atas Kualifikasi Pengemudi' dalam lampiran Peraturan Teknis Pelaksanaan UU Pengembangan Taksi menetapkan untuk penolakan penumpang: pelanggaran ke-1 peringatan, ke-2 pembekuan kualifikasi 30 hari, ke-3 dan seterusnya pencabutan kualifikasi. Ini bukan soal uang, melainkan sanksi atas kualifikasi untuk mengemudikan taksi itu sendiri.
| Jumlah pelanggaran dalam 2 tahun terakhir | Denda administratif (sanksi ketertiban administratif) | Sanksi kualifikasi mengemudi (tindakan administratif) |
|---|---|---|
| Ke-1 | 200.000 won | Peringatan |
| Ke-2 | 400.000 won | Pembekuan kualifikasi 30 hari |
| Ke-3 dan seterusnya | 600.000 won | Pencabutan kualifikasi |
Berada di baris yang sama bukan berarti satu sanksi. Kedua kolom adalah jalur terpisah yang berasal dari lampiran yang berbeda, artinya satu kali penolakan penumpang bisa dikenai kedua sanksi sekaligus. Pemerintah Kota Seoul juga memandunya berdampingan, seperti "pelanggaran ke-1: denda administratif 200.000 won dan peringatan".
Cara menghitung jumlah pelanggaran juga baik diketahui. Periode perhitungannya 2 tahun terakhir (untuk jenis pelanggaran lain sering kali 1 tahun), dan jumlahnya dihitung berdasarkan "tanggal sanksi administratif pertama kali dijatuhkan" dan "tanggal tertangkap melakukan pelanggaran yang sama lagi setelah tanggal sanksi tersebut". Tertangkap beberapa kali sebelum sanksi dijatuhkan tidak otomatis menjadikannya pelanggaran ke-2 atau ke-3. Selain itu, lampiran Peraturan Teknis Pelaksanaan memuat alasan pengurangan. Jika pelanggarannya karena kelalaian kecil, kerugiannya ringan, atau merupakan pelanggaran pertama dari orang yang telah bekerja secara teladan selama 5 tahun terakhir atau lebih, sanksi bisa dikurangi hingga separuhnya; sebaliknya jika disengaja atau karena kelalaian berat, sanksi bisa diperberat dalam rentang yang sama. Karena itu, tidak bisa dipastikan bahwa "tiga kali pasti dicabut kualifikasinya".
Sebagai informasi, tarif tidak wajar (penipuan tarif) adalah butir lain dalam lampiran yang sama, dan ditetapkan lebih berat daripada penolakan penumpang: sejak pelanggaran ke-1 pembekuan kualifikasi 30 hari, ke-2 60 hari, ke-3 dan seterusnya pencabutan.
Perlu dikonfirmasi: Halaman panduan Pemerintah Kota Seoul menggabungkan penolakan penumpang, penurunan di tengah jalan, dan tarif tidak wajar dalam satu tabel dan menulis "pelanggaran ke-1: denda administratif 200.000 won dan peringatan", tetapi naskah asli lampiran Peraturan Teknis Pelaksanaan menetapkan pelanggaran ke-1 untuk tarif tidak wajar sebagai pembekuan kualifikasi 30 hari. Tampaknya pihak Kota Seoul menyederhanakan tabelnya, tetapi kami belum bisa memastikan mana yang berlaku dalam praktik saat ini. Jika tingkat sanksi tarif tidak wajar penting dalam situasi Anda, silakan tanyakan langsung ke pemerintah daerah yang berwenang.
Yang Membuat Laporan Berujung Sanksi adalah Nomor Kendaraan
Angka 90% yang disebut di awal tersangkut di sini. Anda menelepon karena marah, lalu begitu petugas bertanya "Berapa nomor kendaraannya?", percakapan langsung berhenti di situ.
Berikut isian yang diminta formulir laporan Pemerintah Kota Seoul. Kalau ada satu saja yang kosong, laporan mungkin tetap diterima tetapi sulit berlanjut ke sanksi.
| Isian | Cara mencatatnya |
|---|---|
| Nomor kendaraan (lengkap dengan nama wilayah) | Nama wilayah di depan juga diperlukan, seperti 서울 12가 3456. Foto adalah cara paling pasti |
| Tanggal dan jam pelanggaran | Waktu pengambilan foto·video langsung menjadi dasarnya |
| Lokasi pelanggaran | Kalau Anda menangkap layar aplikasi peta, tidak perlu tahu alamatnya |
| Isi pelanggaran | Singkat saja: apa yang dikatakan dan bagaimana Anda ditolak |
| Nama perusahaan·nama sopir | Cek dari tulisan di bagian luar taksi·di dalam kendaraan |
| Nama, jenis kelamin, alamat, nomor telepon pelapor | Laporan anonim tidak diterima |
Pelat nomor Korea mencampur nama wilayah dan huruf Hangeul, jadi sulit dicatat kalau Anda tidak bisa membaca Hangeul. Daripada mencoba menulis dengan tangan, jauh lebih cepat langsung memotret. Taksi yang menolak biasanya sudah berangkat, jadi beberapa detik saat Anda terkejut dan terpaku itulah yang menentukan.
- Nyalakan kamera ponsel lebih dulu. Potret agar pelat nomor belakang terlihat, dan kalau sempat, rekam video. Kalau ucapan dan isyarat tangan saat menolak ikut terekam, itulah bukti paling kuat
- Setelah taksi pergi, ambil satu foto lagi yang memperlihatkan bangunan·papan nama di sekitar. Foto ini dipakai untuk menentukan lokasi
- Buka aplikasi peta lalu tangkap layar lokasi Anda saat ini. Anda jadi tidak perlu menulis alamat dalam bahasa Korea
- Selagi ingatan masih jelas, catat apa yang Anda dengar. Setelah beberapa hari, urutannya akan kabur
Kalau Anda sudah naik lalu disuruh turun, ada satu bukti lagi. Pekerja angkutan taksi wajib memasang tanda bukti kualifikasi pengemudi di tempat yang mudah dilihat penumpang (Pasal 57 ayat 1 Peraturan Teknis Pelaksanaan UU Usaha Angkutan Penumpang Kendaraan Bermotor). Di sana tercantum nama perusahaan, nama, nomor sertifikat kualifikasi, dan foto, sehingga sopir bisa diidentifikasi. Namun, pada penolakan penumpang ketika Anda belum sempat naik, tidak ada cara untuk melihatnya, jadi ini hanya bisa dipakai kalau Anda sudah naik, seperti pada kasus diturunkan di tengah jalan.
Untuk Seoul, bukti seperti video·rekaman suara dikirim ke taxi120@seoul.go.kr setelah melapor ke 120. File tidak bisa diserahkan lewat telepon, jadi anggap saja penerimaan laporan dan penyerahan bukti berjalan terpisah.
📌 Catatan: Berapa hari batas waktu melapor belum bisa kami pastikan dari sumber primer. Yang ditetapkan undang-undang hanyalah batas waktu pengenaan denda administratif 5 tahun (Pasal 19 ayat 1 UU Pengaturan Pelanggaran Ketertiban), sedangkan ada tidaknya batas waktu penerimaan tersendiri dalam praktik pemerintah daerah perlu dikonfirmasi. Meski begitu, melapor saat bukti dan ingatan masih segar lebih menguntungkan, jadi kami sarankan melapor pada hari yang sama atau paling lambat keesokan harinya.

Lapor ke Mana: Seoul, Luar Seoul, dan e-People (국민신문고)
Titik yang paling sering meleset adalah kanalnya. 120 adalah kanal Pemerintah Kota Seoul, jadi kalau kejadian di Busan atau Daegu dilaporkan ke 120 Seoul, laporan itu tidak akan diproses.
Kalau kejadiannya di Seoul, hubungi 120 Dasan Call. Penerimaan laporan buka 365 hari 24 jam (dalam bahasa Korea; jam layanan bahasa asing berbeda, lihat bagian berikutnya), dan selain telepon tersedia juga aplikasi '서울스마트 불편신고', chatbot di kanal KakaoTalk '서울톡', serta chat real-time dan konsultasi lewat SMS. Kalau menelepon dalam bahasa Korea terasa berat, aplikasi atau chatbot lebih cocok, tetapi tampilannya mungkin hanya berbahasa Korea, jadi nyalakan juga fitur terjemahan.
Kalau kejadiannya di luar Seoul, Anda harus menghubungi bagian yang menangani di kantor wali kota·kantor kabupaten (gun)·kantor distrik (gu) setempat. Di Incheon, yang menangani adalah Divisi Angkutan Taksi (택시운수과, 032-440-3825). Nama bagiannya berbeda di tiap kota, jadi cara tercepat adalah mencari "○○시청 택시 불편신고" (○○ = nama kota), atau telepon nomor utama lalu minta disambungkan ke bagian yang menangani taksi.
Melalui e-People (국민신문고, epeople.go.kr), Anda juga bisa mengajukan pengaduan ke bagian transportasi pemerintah daerah. Kelebihannya, kejadian di mana pun di seluruh Korea bisa diterima. Namun, perlu login anggota atau verifikasi nama asli untuk non-anggota (misalnya verifikasi identitas lewat ponsel), jadi Anda bisa terhambat kalau tidak punya ponsel Korea (pertanyaan: 1600-8172). Apakah verifikasi itu bisa dilewati dengan nomor registrasi orang asing atau ponsel atas nama orang asing belum bisa kami pastikan. Kalau Anda belum punya nomor Korea, jalur telepon dan pelaporan keluhan wisata di bawah ini lebih pasti. Layanan apa saja yang bisa dan tidak bisa dipakai tanpa nomor dirangkum di Daftar Lengkap Layanan yang Bisa Didaftar & Dibayar Tanpa Nomor HP Korea.
Perlu dikonfirmasi: Nomor·email khusus pengaduan taksi di kota metropolitan selain Seoul belum bisa kami pastikan dari naskah asli tiap pemerintah daerah. Yang terkonfirmasi hanya sampai prinsip "bagian yang menangani di kantor kota·kabupaten·distrik terkait". Begitu pula apakah laporan online di 응답소 (portal pengaduan warga Pemerintah Kota Seoul) memerlukan verifikasi identitas atau punya tampilan bahasa asing.
Tidak Bisa Bahasa Korea pun Tetap Bisa Melapor
Kanal yang bisa dihubungi dalam bahasa asing memang ada. Masalahnya, fungsi dan jam bukanya berbeda-beda.
| Kanal | Bahasa | Jam operasional (per September 2026) | Yang bisa dilakukan |
|---|---|---|---|
| 120 Dasan Call bahasa asing | Inggris·Mandarin·Jepang·Vietnam·Mongolia | Hari kerja 09.00~18.00 | Konsultasi pengaduan warga Kota Seoul, interpretasi tiga arah |
| 1330 Layanan Telepon Informasi dan Interpretasi Wisata | Korea·Inggris·Jepang·Mandarin·Rusia·Vietnam·Thailand·Melayu-Indonesia | Buka setiap hari tanpa libur. Banyak sumber menyebut Korea·Inggris·Jepang·Mandarin 24 jam dan bahasa lain 08.00~19.00, tetapi ada juga yang menyebut kedelapan bahasa 07.00~24.00 | Interpretasi lewat telepon, konsultasi pengaduan wisata |
| Pusat Pengaduan Wisata (관광불편신고센터) | Penerimaan online multibahasa | Online kapan saja | Setelah diterima, diteruskan ke instansi yang menangani |
| Pusat Pengaduan Wisata Seoul (서울관광불편신고센터) | Korea·Inggris·Jepang·Mandarin aksara sederhana | 09.00~18.00 | Penerimaan lewat telepon·email·online |
Konsultasi bahasa asing 120 Dasan Call: telepon ke (02)120, tekan 9 pada ARS, lalu pilih nomor bahasa (1 Inggris, 2 Mandarin, 3 Jepang, 4 Vietnam, 5 Mongolia). Dari luar negeri, hubungi +82-2-731-2120. Bila perlu, tersedia juga interpretasi tiga arah. Namun, kami belum bisa memastikan apakah layanan ini sampai menerima laporan, atau hanya interpretasi yang membantu Anda tersambung ke petugas berbahasa Korea. Begitu tersambung, sebaiknya sampaikan tujuan Anda lebih dulu: "Saya ingin melaporkan taksi yang menolak penumpang".
Layanan Telepon Informasi dan Interpretasi Wisata 1330 dioperasikan oleh Korea Tourism Organization (dari dalam Korea 1330, dari luar negeri +82-2-1330). Ada satu hal yang perlu ditegaskan di sini. 1330 adalah tempat yang membantu interpretasi dan konsultasi, bukan tempat yang berwenang menjatuhkan sanksi. Kalau Anda berpikir "saya sudah menelepon 1330, jadi laporannya selesai", laporan yang sebenarnya justru terlewat. Kegunaan 1330 adalah menerjemahkan percakapan saat Anda melapor ke pemerintah daerah.
Pusat Pengaduan Wisata (touristcomplaint.or.kr, tourcom@knto.or.kr, telepon 1330) menerima laporan online di bidang transportasi, termasuk taksi. Laporan yang diajukan dalam bahasa asing diterjemahkan lalu diteruskan ke instansi yang menangani dalam 8 jam kerja, dan instansi tersebut diatur untuk membalas dalam bahasa Inggris atau bahasa ibu pelapor. Ini jalur paling realistis kalau Anda tidak yakin bisa mengisi formulir berbahasa Korea. Untuk kejadian di Seoul, ada juga Pusat Pengaduan Wisata Seoul (1800-9008, tcc@sta.or.kr).
Ada satu lagi, yaitu survei QR bandara. Sejak 19 Juni 2025, Pemerintah Kota Seoul membagikan kuesioner berbentuk kartu nama yang dicetak dengan QR berbahasa Inggris·Mandarin·Jepang, antara lain di area keberangkatan Bandara Incheon dan Bandara Gimpo, lalu mencocokkan nomor kendaraan·waktu·ada tidaknya tarif berlebihan yang ditulis dalam jawaban dengan data kendaraan. Namun, kami belum bisa memastikan apakah per September 2026 layanan ini masih berjalan dan apakah lokasi pembagiannya masih sama.
Yang paling penting di tabel ini adalah jamnya. Konsultasi 120 berbahasa Korea buka 24 jam, tetapi konsultasi bahasa asing hanya hari kerja 09.00~18.00 (akhir pekan dan hari libur nasional tutup). Padahal penolakan penumpang paling banyak terjadi larut malam dan akhir pekan. Pukul dua dini hari, satu-satunya tempat yang mungkin bisa dihubungi lewat telepon dalam bahasa asing hanyalah 1330, tetapi meski Government24 (정부24) dan banyak sumber lain menyebut bahasa Inggris, Jepang, dan Mandarin buka 24 jam, ada juga sumber seperti portal wisata Kota Gimhae (김해관광포털) yang menyebut kedelapan bahasa buka 07.00~24.00, sehingga dini hari bisa saja tidak tersambung. Untuk bahasa Rusia, Vietnam, Thailand, dan Melayu-Indonesia, ada juga sumber yang menyebut jam layanan lebih pendek, yaitu 08.00~19.00. Ditambah lagi, 1330 tidak berwenang menjatuhkan sanksi. Jalur yang tidak terikat jam konsultasi telepon adalah pengajuan online ke Pusat Pengaduan Wisata, tetapi itu pun butuh waktu untuk diterjemahkan dan diteruskan ke instansi yang menangani, paling lama 8 jam kerja.
📌 Jadi urutan tindakannya begini: di tempat kejadian cukup kumpulkan bukti, lalu laporkan pada siang hari di hari kerja. Kalau keesokan harinya jatuh pada akhir pekan atau hari libur nasional, layanan bahasa asing 120 juga tutup, jadi saat itu ajukan laporan online ke Pusat Pengaduan Wisata, atau, kalau kejadiannya di Seoul, mintalah interpretasi lewat 1330 untuk melapor ke layanan 120 berbahasa Korea yang buka 24 jam. Foto dan video menyimpan waktu pengambilan, jadi nilai buktinya tetap sama meski dilaporkan belakangan. Alternatif untuk situasi terjebak tengah malam itu sendiri dirangkum di Ketinggalan Kereta Terakhir di Seoul.
Sebagai informasi, Pemerintah Kota Seoul juga melakukan penertiban lapangan yang menyasar penumpang asing. Pada 2024, dari 7.435 wawancara ditemukan 345 pelanggaran, dan hingga akhir Mei 2025 ada 143 temuan dari 2.901 wawancara (jenis utamanya tarif tidak wajar, tidak memakai argo, dan beroperasi di luar wilayah operasi). Ini adalah capaian penertiban yang diumumkan Pemerintah Kota Seoul, bukan statistik nasional.
Apa yang Terjadi Setelah Melapor?
Setelah melapor biasanya sepi kabar sehingga Anda jadi cemas, tetapi prosedurnya sudah ditetapkan. Menurut standar Pemerintah Kota Seoul, urutannya adalah penerimaan di 120 → dilimpahkan ke Divisi Administrasi Transportasi (교통행정과)·Divisi Pengawasan Transportasi (교통지도과) kantor distrik → sidang peninjauan transportasi → sanksi administratif. Di tengah proses ada tahap ketika kantor distrik mengonfirmasi fakta kepada pekerja angkutan (sopir).
Lamanya waktu tergantung apakah sopir mengakui pelanggarannya.
- Kalau pekerja angkutan mengakui pelanggaran, selesai dalam 10 hari
- Kalau tidak mengakui, melalui dengar pendapat·komite peninjauan, 30~60 hari
- Hasilnya diberitahukan lewat SMS atau pos (panduan lain dari Pemerintah Kota Seoul juga menyebut dalam 15~30 hari setelah penerimaan)
Ada dua hal yang perlu Anda ketahui sebelumnya. Pertama, data identitas pelapor wajib diisi, jadi laporan anonim tidak bisa, dan pemberitahuan hasil juga dikirim ke alamat atau nomor Korea yang Anda tulis saat melapor. Kalau Anda akan segera meninggalkan Korea, Anda mungkin tidak menerima hasilnya.
Kedua, melapor tidak berarti sanksi pasti dijatuhkan. Kalau sopir menyangkal, kasusnya melalui peninjauan, dan kalau buktinya kurang, bisa berakhir tanpa sanksi. Yang menentukan hasilnya bukan seberapa keras laporan Anda, melainkan catatan yang Anda buat di tempat kejadian.
Perlu dikonfirmasi: Kami belum bisa memastikan dari dokumen resmi apakah laporan di dalam aplikasi pemanggil taksi seperti Kakao T berlanjut ke sanksi administratif pemerintah daerah. Meskipun sudah melapor lewat aplikasi, lebih aman juga melapor terpisah ke kanal pemerintah daerah.
Lebih Baik Lagi: Supaya Tidak Ditolak Sejak Awal
Melapor adalah respons atas kejadian yang sudah terjadi. Yang lebih baik adalah mengurangi situasi yang membuat Anda ditolak.
Cara mengangkat tangan di pinggir jalan secara struktur memang tidak menguntungkan. Sopir bisa mendengar tujuan Anda lewat jendela lalu memilih mau pergi atau tidak. Menurut penjelasan resmi Kakao Mobility, panggilan taksi biasa di Kakao T adalah 'penugasan pilihan dengan tujuan ditampilkan', yang memperlihatkan titik keberangkatan dan tujuan sekaligus. Sebaliknya, Kakao T Blue adalah 'penugasan otomatis tanpa menampilkan tujuan' yang hanya memperlihatkan titik keberangkatan, sehingga kalau tidak ada respons dalam batas waktu, panggilan otomatis diterima. Inilah alasan perjalanan jarak pendek atau arah yang kurang diminati tersisih pada penugasan pilihan.
Alasan panggilan taksi terus gagal dirangkum di 10 Alasan Teratas Kenapa Orang Asing Gagal Memesan Taksi di Korea, dan kasus terhambat saat pendaftaran·pembayaran ada di Cara Pakai Kakao T untuk Orang Asing. Ada juga cara menaikkan peluang di lapangan.
- Naiklah dari pangkalan taksi atau jalan besar (tepi jalan raya). Di dalam gang, taksi sulit berhenti dan sopir juga sulit menemukan Anda
- Tangkap layar tujuan dalam bahasa Korea, lalu tunjukkan layarnya. Waktu untuk bertanya ulang jadi berkurang
- Pada malam hari, pahami dulu struktur tarifnya sebelum naik. Surcharge per jam ada di Panduan Lengkap Tarif Taksi Korea, Biaya Tambahan Larut Malam & Budaya Tip
- Kalau Anda tidak bisa menerima telepon sopir karena tidak punya nomor Korea, baca dulu Cara Pesan Taksi di Korea tanpa Nomor HP Korea
- Untuk mobilitas khusus seperti pengguna kursi roda, ada panduan tersendiri: Taksi Panggilan Difabel Seoul, Orang Asing Juga Bisa Naik
Menyiapkan beberapa cara memanggil taksi juga salah satu jalan keluar. LACHA (라차) adalah aplikasi transportasi·pembayaran yang dibuat dengan asumsi dipakai orang asing, sehingga bisa mulai digunakan tanpa verifikasi identitas lewat rekening bank atau nomor ponsel Korea, dan tarif bisa dibayar dengan pembayaran digital luar negeri seperti Alipay dan WeChat Pay serta kartu luar negeri. Karena tujuan dan metode pembayaran sudah ditentukan saat memanggil, situasi ditolak saat menyebutkan tujuan di pinggir jalan cenderung berkurang. Catatan penggunaan yang tersimpan di aplikasi juga membantu. Kalau Anda diturunkan di tengah jalan, tanggal-jam·lokasi·rute yang perlu ditulis di laporan bisa disalin dari catatan itu. Layanan yang ditangani LACHA ada lima, yaitu taksi, KTX, bus ekspres, VAN (5·6 penumpang), dan kereta bandara; penerimaan laporan dan sanksi administratif adalah urusan 120 dan pemerintah daerah, jadi LACHA tidak menanganinya atas nama Anda.
Ingin memanggil taksi tanpa nomor telepon Korea? Coba LACHA.
Dirancang untuk dipakai tanpa nomor telepon atau rekening bank Korea, mendukung DANA, Alipay, Apple Pay, dan metode pembayaran luar negeri lainnya. Panggil taksi, pesan KTX, bus ekspres, dan kereta bandara AREX — semua dalam satu aplikasi.
Diskon KTX hingga ₩10.000 sekarang. Masukkan kode saat daftar, dapat 3.000P lagi
Unduh sekarang
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q1. Sopir menolak dengan alasan "sedang jam pergantian, jadi tidak bisa". Apakah bisa dilaporkan? J. Tergantung situasinya. Agar penolakan dengan alasan jam pergantian dianggap sah, papan tanda jam pergantian harus dipasang agar mudah dikenali dari luar, dan jam pergantiannya paling lama 1 jam. Penolakan hanya lewat ucapan tanpa papan tanda sulit dianggap alasan yang sah. Kalau ingatan Anda samar, cukup simpan nomor kendaraan dan waktunya lalu laporkan. Penilaian akhir dilakukan oleh pemerintah daerah yang menerima laporan.
Q2. Saya tidak sempat melihat nomor kendaraannya. Apakah tetap boleh melapor? J. Anda bisa mencoba melapor, tetapi sulit berlanjut ke sanksi. Isian wajib di formulir laporan Pemerintah Kota Seoul adalah nomor kendaraan lengkap termasuk nama wilayah, dan Pemerintah Kota Seoul menyatakan "kasus yang tidak bisa dikenai sanksi administratif karena bukti tidak cukup dan alasan lain melebihi 90%". Lain kali, jangan mencoba menulis dengan tangan; nyalakan kamera ponsel lebih dulu. Satu foto yang memuat pelat nomor belakang itulah yang menentukan.
Q3. Kalau saya melaporkan penolakan penumpang, apakah sopirnya jadi punya catatan kriminal? J. Tidak. Yang dikenakan untuk penolakan penumpang adalah denda administratif (과태료), yaitu sanksi pelanggaran ketertiban administratif yang tunduk pada 「Undang-Undang Pengaturan Pelanggaran Ketertiban」, sistem yang berbeda dari denda pidana (벌금) yang merupakan hukuman pidana. Jumlah yang benar-benar dikenakan adalah 200.000 won untuk pelanggaran ke-1, 400.000 won untuk ke-2, dan 600.000 won untuk ke-3 dan seterusnya (batas atas menurut undang-undang 1.000.000 won). Terpisah dari itu, sanksi kualifikasi mengemudi juga dijatuhkan sendiri: ke-1 peringatan, ke-2 pembekuan kualifikasi 30 hari, ke-3 dan seterusnya pencabutan kualifikasi. Kedua sanksi ini jalurnya berbeda, jadi jangan dibaca sebagai penjumlahan.
Q4. Apakah saya bisa melapor tanpa ponsel Korea? J. Jalur telepon dan pelaporan keluhan wisata masih tersedia. e-People (국민신문고) memerlukan login atau verifikasi nama asli untuk non-anggota, jadi Anda bisa terhambat. Sebagai gantinya, Anda bisa mendapatkan interpretasi lewat 1330 (dari dalam Korea 1330, dari luar negeri +82-2-1330) untuk melapor ke pemerintah daerah, atau mengajukan laporan online ke Pusat Pengaduan Wisata (touristcomplaint.or.kr), yang akan menerjemahkannya dan meneruskannya ke instansi yang menangani dalam 8 jam kerja. Namun, kami belum bisa memastikan apakah verifikasi nama asli e-People bisa dilewati dengan nomor registrasi orang asing atau ponsel atas nama orang asing.
Q5. Kejadiannya bukan di Seoul. Apakah bisa dilaporkan ke 120? J. Tidak. 120 Dasan Call adalah kanal Pemerintah Kota Seoul, dan email bukti (taxi120@seoul.go.kr) serta survei QR bandara juga program Pemerintah Kota Seoul. Kejadian di Busan, Daegu, dan kota lain harus dilaporkan ke bagian yang menangani di kantor kota·kabupaten·distrik setempat agar diproses. Di Incheon, yang menangani adalah Divisi Angkutan Taksi (032-440-3825). Kalau sulit menemukan bagian yang menangani, laporan lewat e-People akan diteruskan ke pemerintah daerah yang berwenang.
Catatan: Artikel ini bertujuan memberikan informasi umum. Undang-undang, kriteria sanksi, dan kanal pelaporan dalam artikel ini adalah nilai yang dikonfirmasi per September 2026 dari naskah asli 「Undang-Undang tentang Pengembangan Usaha Angkutan Taksi」 beserta Peraturan Pelaksana dan Peraturan Teknis Pelaksanaannya, 「Peraturan Teknis Pelaksanaan Undang-Undang Usaha Angkutan Penumpang Kendaraan Bermotor」, dan 「Undang-Undang Pengaturan Pelanggaran Ketertiban」 di National Law Information Center (국가법령정보센터), serta panduan publik Pemerintah Kota Metropolitan Seoul, Pemerintah Kota Metropolitan Incheon, 120 Dasan Call Foundation, Korea Tourism Organization (1330, Pusat Pengaduan Wisata), dan e-People (국민신문고). Batas waktu penerimaan laporan dalam praktik pemerintah daerah, verifikasi identitas·dukungan bahasa asing pada laporan online 응답소 Pemerintah Kota Seoul, kemungkinan orang asing memakai verifikasi nama asli non-anggota e-People, status operasi survei QR bandara saat ini, cakupan penerimaan konsultasi bahasa asing 120, kontak khusus di kota metropolitan selain Seoul, serta apakah laporan di dalam aplikasi pemanggil taksi berlanjut ke sanksi administratif belum bisa kami pastikan dari sumber primer, sehingga tidak kami tulis secara pasti. Undang-undang dan kriteria sanksi bisa direvisi, dan kanal·jam layanan juga bisa berubah, jadi silakan cek lagi di National Law Information Center dan kanal resmi pemerintah daerah yang berwenang·120 Dasan Call·1330 sebelum melapor. Artikel ini bukan nasihat hukum. LACHA tidak menerima laporan penolakan penumpang, tidak menjatuhkan sanksi administratif, dan tidak mengurus pengaduan atas nama Anda.






