LACHAKorea Guide by LACHA
Semua panduan149
① Transportasi

Kakao T bukan sekadar aplikasi taksi — kereta, bus antarkota, pesawat, sepeda: syarat pembayarannya beda-beda tiap fitur

① TransportasiTim Panduan LACHA· Diperbarui 2026-08-27· Baca 45 menit
Kakao T bukan sekadar aplikasi taksi — kereta, bus antarkota, pesawat, sepeda: syarat pembayarannya beda-beda tiap fitur
Daftar isi

Kalau Anda mencari kereta Seoul–Busan di Kakao T, KTX maupun SRT sama-sama muncul. Korail dan SR dihubungkan sekaligus supaya bisa dibandingkan dan dipesan dalam satu layar. Namun begitu masuk tahap pembayaran, FAQ dukungan pelanggan Kakao Mobility menyatakan tegas — "Pembayaran hanya bisa dilakukan dengan kartu Kakao Pay yang terdaftar di aplikasi Kakao T." (FAQ Kereta/Airport Railroad, dicek 2026-08-25)

FAQ sepeda di aplikasi yang sama justru sebaliknya. Ia mencantumkan enam metode pembayaran, dan yang ketiga tertulis resmi: 'kartu terbitan luar negeri - kartu kredit/debit yang diterbitkan di luar Korea (VISA, MASTER, JCB, AMEX — total 4 penerbit bisa didaftarkan)'.

Jadi dalam satu aplikasi, ada fitur yang secara eksplisit menerima kartu luar negeri, dan ada fitur yang menyempitkan pintunya jadi satu layanan pembayaran instan Korea saja. Orang Korea tidak pernah menyadari perbedaan ini. Kakao Pay sudah terpasang, kartu pun sudah terdaftar.

Sebaliknya, orang yang belum punya nomor Korea atau kartu identitas orang asing (ARC) akan berhenti tepat di depan tombol bayar padahal semua kereta sudah tampil di layar. Dan aplikasi tidak menjelaskan kenapa berhenti.

Kalau sejak awal Anda mengira Kakao T hanya aplikasi taksi, struktur ini memang tidak terlihat. Nama di app store saja sudah 'Kakao T - aplikasi taksi, cuci mobil, parkir, sepeda, penerbangan, kurir'. Di bawah ini kita lihat berurutan: fitur mana yang lolos sampai mana, di mana tersendat, dan jalur apa yang ditempuh kalau tersendat.

Catatan: Cakupan layanan, metode pembayaran, dan ketentuan pemesanan dalam artikel ini dirangkum dari pengenalan layanan resmi Kakao Mobility, FAQ dukungan pelanggan, dan keterangan app store per 2026-08. Fitur aplikasi dan kebijakan pembayaran bisa berubah tergantung versi dan waktu, jadi cek lagi di panduan aplikasi dan dukungan pelanggan Kakao Mobility tepat sebelum menggunakan.

Bukan aplikasi taksi — sebelas layanan menurut pengenalan resmi

Kalau dihitung hanya dari item yang terbuka di halaman pengenalan layanan resmi Kakao Mobility, jumlahnya sebelas: taksi, sopir pengganti, sepeda, parkir, kereta, bus antarkota, penerbangan, rental mobil, shuttle, kurir/pengiriman, dan hewan peliharaan. 'Cuci mobil' yang muncul di nama app store yang dikutip tadi tidak ada di daftar halaman ini. Karena itu, angka sebelas jangan dibaca sebagai 'seluruh fitur aplikasi', melainkan angka berdasarkan pengenalan layanan resmi.

Pengenalan resmi berbahasa Inggris dari Kakao dan deskripsi berbahasa Inggris di Google Play pun memuat kereta, bus, dan penerbangan. Artinya ini bukan fitur yang luput terlihat karena tidak bisa membaca bahasa Korea, melainkan fitur yang sejak awal memang tertulis di panduan berbahasa Inggris.

Yang penting, ini bukan aplikasi terpisah. Pengenalan resmi menyatakan bahwa kereta, bus antarkota, dan penerbangan dirancang agar bisa langsung dipakai di dalam aplikasi Kakao T yang sudah ada, tanpa pendaftaran atau registrasi terpisah. Tidak perlu memasang aplikasi baru, tidak perlu mendaftar ulang.

Di sinilah salah paham muncul. Karena aplikasinya satu dan akunnya satu, orang berpikir "kalau taksi bisa, kereta pasti bisa juga." Kenyataannya, tiap fitur punya syarat pembayaran dan kelayakan sendiri, sehingga dengan akun yang sama pun ada tab yang jalan sampai akhir dan ada tab yang berhenti tepat sebelum pembayaran.

Soal bahasa juga perlu diketahui lebih dulu. Menurut keterangan App Store, bahasa yang didukung Kakao T ada tiga: Korea, Inggris, dan Jepang. Layar pemanggilan taksi banyak memakai peta dan ikon, jadi masih bisa dipakai meski tak paham bahasanya. Tetapi layar yang mengharuskan membaca teks — seperti kelas kereta atau ketentuan pengembalian dana — lain ceritanya. Pengguna berbahasa Vietnam, Thailand, atau Rusia akan tersendat lebih dulu di tahap ini, sebanyak apa pun fiturnya.

Sampai mana tiap fitur bisa lolos (tabel ringkas)

Kami rangkum dalam tabel hanya hal-hal yang disebutkan panduan resmi. Kolom bertanda 'perlu dikonfirmasi' adalah item yang tidak kami temukan dasarnya di dokumen resmi — kami tidak mengisinya dengan dugaan.

Fitur Syarat pembayaran/kelayakan menurut panduan resmi Kalau tidak punya nomor Korea/ARC
Taksi Pembayaran otomatis kartu terdaftar di aplikasi, atau bayar langsung ke sopir Ada jalan memutar berupa pembayaran di tempat
Kereta (KTX, SRT, dll.) Hanya dengan kartu Kakao Pay yang terdaftar di aplikasi Tersendat di verifikasi identitas Kakao Pay
Bus antarkota Tidak ada item metode pembayaran sama sekali di FAQ Perlu dikonfirmasi
Penerbangan Metode pembayaran tidak disebutkan · orang asing memesan dengan nama Latin di paspor/ARC Aturan penulisan nama jadi gerbang tersendiri
Sepeda Kartu terbitan luar negeri (VISA, MASTER, JCB, AMEX) disebut bisa didaftarkan Pintu pembayaran terbuka
Sepeda (skuter listrik mitra) Terlepas dari pembayaran, wajib punya SIM motor kecil atau lebih tinggi Tanpa kategori A di IDP, tidak memenuhi syarat

Baris yang perlu diperhatikan adalah nomor dua dan nomor lima. Aplikasi sama, akun sama, tetapi kebijakan pembayarannya bertolak belakang.

Inilah alasan di komunitas online muncul bersamaan komentar "kartu luar negeri saya bisa kok di Kakao T" dan "punya saya tidak bisa". Keduanya benar, hanya saja membicarakan fitur yang berbeda. Kalau Anda ingin membaca khusus alur pemanggilan taksi dan pembayaran langsung ke sopir, sudah kami rangkum di panduan pemakaian Kakao T untuk orang asing.

Kereta — 12 jenis kereta muncul semua, tetapi pembayaran hanya lewat kartu Kakao Pay

Kakao T Kereta menghubungkan Korail dan SR (SRT) sekaligus. Panduannya menyebut KTX dan SRT bisa dibandingkan dalam satu layar dan langsung dipesan. Sebelum integrasi, ini berarti Anda tak perlu bergantian membuka aplikasi Korail dan aplikasi SRT untuk mencocokkan jadwal.

Namun mari pastikan dulu soal waktunya. Berdasarkan pengumuman persetujuan merger dari Komisi Perdagangan Adil Korea serta pengumuman resmi Korail dan SR, seiring integrasi Korail–SR pada 1 September 2026, SRT dilebur ke dalam KTX-Sancheon dan pemesanan pun terpusat di satu aplikasi 'Korail+'. Aplikasi SRT dan situs SR juga hanya beroperasi sampai 31 Agustus menurut pengumuman yang sama (dasar dan jadwal rincinya kami rangkum terpisah lengkap dengan sumbernya di rangkuman lengkap integrasi KTX–SRT — terpisah dari sumber FAQ Kakao Mobility di bagian ini). Jadi mulai 1 September, 'tak perlu bolak-balik dua aplikasi' bukan lagi keunggulan khas Kakao T. Isi di bawah ini adalah keterangan per 2026-08-25 dari FAQ dukungan pelanggan Kakao Mobility.

Kereta yang bisa dipesan menurut FAQ resmi ada dua belas jenis.

Kelompok (untuk kemudahan) Kereta yang bisa dipesan
Cepat KTX · SRT · KTX-Sancheon · KTX-Eum · KTX-Cheongryong
Jalur ITX·Saemaul ITX-Saemaul · ITX-Cheongchun · ITX-Maum · Saemaul-ho
Umum Mugunghwa-ho · Nuriro
Wisata Kereta wisata

※ Pengelompokan di atas kami buat sendiri agar mudah dibaca. Korail biasanya membedakan kereta cepat dan kereta biasa, tetapi kami belum bisa memastikan dokumen resmi sistem klasifikasi itu dan di kelompok mana kereta wisata masuk (perlu dikonfirmasi). Daftar keretanya sendiri adalah keterangan FAQ Kakao Mobility per 2026-08-25, dan SRT dilebur ke KTX-Sancheon lewat integrasi Korail–SR pada 1 September 2026 (berdasarkan persetujuan merger Komisi Perdagangan Adil Korea dan pengumuman Korail).

Sampai sini tidak ada masalah. Pencarian jalan, kursi pun terlihat. Masalahnya ada di layar pembayaran. Di FAQ yang sama tertulis "Pembayaran hanya bisa dilakukan dengan kartu Kakao Pay yang terdaftar di aplikasi Kakao T", dan tidak ada kalimat yang menerangkan metode pembayaran lain (dicek 2026-08-25).

Kakao Pay berbasis akun KakaoTalk, dan untuk mengaktifkannya harus melalui verifikasi identitas. Seperti kami rangkum di panduan pendaftaran Naver Pay dan Kakao Pay untuk orang asing, memasukkan nomor registrasi orang asing memang didukung, tetapi nomor ponsel harus terdaftar di operator atas nama Anda sendiri agar bisa lolos.

Karena itu hasilnya berbeda tiap orang. Warga asing yang tinggal di Korea dengan nomor Korea atas nama sendiri dan ARC akan lolos gerbang ini dengan mudah. Sebaliknya, kalau Anda baru tiba, sedang menunggu ARC keluar, atau nomor ponselnya atas nama perusahaan/kenalan, pembayaran tidak akan tuntas meski semua kereta terlihat.

Tepatnya, ini bukan "orang asing tidak bisa membeli tiket kereta lewat Kakao T". Yang benar: "tidak bisa membeli pada periode ketika belum punya nomor Korea dan ARC". Langkah pertama adalah memastikan Anda ada di sisi yang mana sekarang.

Perhatian: Jalan memutar yang biasa dipakai di taksi tidak berlaku di sini. Untuk taksi, Anda bisa melewati pendaftaran kartu dengan membayar tunai atau kartu fisik ke sopir saat turun. Tetapi kereta adalah produk pemesanan di muka, sehingga tidak ada loket dalam aplikasi untuk membayar ke petugas di tempat. Ketahui dulu bahwa dalam satu aplikasi yang sama, tersedia atau tidaknya jalan memutar berbeda-beda tiap fitur.

Bus antarkota — tidak ada kata 'bus ekspres' di panduan resmi

Bagian ini mohon dibaca dengan hati-hati. Benar bahwa Kakao T menangani bus jarak jauh. Namun tiga dokumen resmi semuanya hanya menyebut layanan itu sebagai 'bus antarkota (시외버스)'.

  • Badan halaman pengenalan layanan berbahasa Korea — bus antarkota
  • Badan FAQ dukungan pelanggan — bus antarkota
  • Pengenalan resmi Kakao berbahasa Inggris — "Kakao T Bus - intercity bus reservations"

Kata 'bus ekspres (고속버스)' hanya muncul di nama kategori FAQ dukungan pelanggan ('Bus ekspres/antarkota'), dan tidak muncul di badan halaman resmi mana pun (dicek 2026-08-25).

Jadi kita tidak bisa memastikan "bus ekspres juga bisa" hanya dari satu nama kategori. Sebaliknya, tidak ada pula dasar untuk mengatakan "sama sekali tidak bisa". Kami belum sempat memverifikasi langsung di perangkat apakah rute khusus bus ekspres benar-benar muncul di aplikasi, jadi silakan cari sendiri di aplikasi dan bila tidak muncul, cek juga kanal pemesanan lain (perlu dikonfirmasi).

Bagi orang Korea hal ini bukan masalah. Mereka sudah tahu sebagai pengetahuan umum bahwa bus ekspres dan bus antarkota dijual lewat kanal pemesanan yang berbeda. Kedua jenis itu kanal pemesanannya terpisah (bus ekspres di Kobus, bus antarkota di Bustago, TxBus, dan sebagainya; ada juga aplikasi yang menjual keduanya). Kalau rutenya tidak terlihat di Kakao T, cek kanal yang bersangkutan secara terpisah.

Masalahnya, wisatawan asing sering mengira Kakao T adalah satu-satunya pilihan, lalu ketika rutenya tidak muncul mereka salah paham dan mengira "tiketnya habis". Kedua jenis bus ini kadang juga berangkat dari terminal yang berbeda, jadi kalau salah informasi, tak akan ada waktu untuk memperbaikinya.

Batas waktu pemesanan juga baik untuk diketahui. Menurut FAQ resmi, tiket bus antarkota Kakao T bisa dipesan sampai 10–20 menit sebelum keberangkatan, tergantung rutenya (dicek 2026-08-25 · sumber tunggal). Artinya Anda tak perlu antre di loket terminal, tetapi karena berbeda tiap rute, jangan mencoba mepet batas waktu; sediakan jeda.

Perbedaan kelas dan kanal pemesanan antara bus ekspres dan bus antarkota kami rangkum terpisah di panduan pemesanan bus ekspres dalam bahasa Inggris dan panduan penggunaan terminal bus antarkota.

Penerbangan — domestik dan internasional sama-sama bisa, dan cara pemesanan untuk orang asing tertulis di panduan resmi

Kakao T Penerbangan bisa dipakai untuk memesan penerbangan domestik maupun internasional. Maskapai yang dicontohkan FAQ resmi adalah Korean Air, Asiana Airlines, Jin Air, Air Seoul, Air Busan, Jeju Air, dan T'way Air.

Yang benar-benar penting di bagian ini bukan daftar maskapainya, melainkan satu item khusus di FAQ. Judulnya persis '[Pemesanan] Bagaimana cara memesan bagi orang asing?', dan jawabannya begini — "Pemegang kewarganegaraan asing atau orang asing dapat memesan dengan mengisikan nama Latin yang tertera di paspor atau kartu identitas orang asing."

Artinya, untuk penerbangan, yang lebih dulu jadi hambatan bukan pembayaran melainkan penulisan nama. Maksudnya, salin persis nama Latin yang tertera di paspor atau ARC — dan justru ini yang sulit bagi orang asing.

  • Urutan nama depan dan nama belakang mudah tertukar dari penulisan paspor, karena kolom isian biasanya memisahkan Last name dan First name.
  • Untuk nama yang punya middle name, sulit menilai harus dimasukkan ke kolom mana hanya dari tampilan layar.
  • Nama dengan marga ganda atau tanda hubung bisa menghasilkan input yang berbeda dari cara pencetakan di paspor.

Tiket pesawat adalah produk yang hasilnya bisa berubah hanya karena satu huruf nama. Sebelum menekan tombol bayar, letakkan halaman foto paspor di sebelah Anda dan cocokkan ejaannya persis. Ini jenis risiko yang sama sekali tidak muncul pada nama orang Korea, jadi aplikasi pun tak repot-repot memperingatkan.

Tips: Kalau Anda menulis nama pemesanan sesuai paspor, lebih aman membawa paspor yang sama ke bandara. Kalau Anda tinggal di Korea dan memesan dengan penulisan di ARC, bawa saja kartu itu. Soal identitas mana yang diperiksa di penerbangan domestik, konfirmasikan sekali lagi lewat panduan maskapai dan bandara.

Apakah metode pembayaran Kakao T Penerbangan juga dibatasi kartu Kakao Pay seperti kereta, belum bisa kami pastikan. Sebab di FAQ penerbangan tidak ada item metode pembayaran sama sekali. Kalau pembayaran tersendat, mencari kembali penerbangan yang sama di situs atau aplikasi resmi maskapai adalah keputusan tercepat (perlu dikonfirmasi).

Sepeda — satu-satunya kolom yang terbuka bagi kartu terbitan luar negeri, tetapi skuter listrik tersendat di SIM

Kakao T Bike adalah satu-satunya fitur dalam artikel ini yang pintu pembayarannya resmi terbuka. FAQ dukungan pelanggan mencantumkan enam metode pembayaran, dan yang ketiga adalah 'kartu terbitan luar negeri - kartu kredit/debit yang diterbitkan di luar Korea (VISA, MASTER, JCB, AMEX — total 4 penerbit bisa didaftarkan)'.

Namun yang dijamin kalimat itu hanya sebatas cakupan penerbit kartu yang bisa didaftarkan. Persetujuan pembayaran yang sebenarnya bergantung pada penerbit kartu, negara penerbit, dan waktunya; FAQ pun tidak menjanjikan otorisasi pasti berhasil. Cara menghadapi kartu yang ditolak sudah kami rangkum di saat kartu luar negeri ditolak di Korea.

Yang lebih besar perbedaannya dibanding pembayaran adalah jenis kendaraannya. Kakao T Bike menangani tiga jenis — sepeda listrik, sepeda biasa, dan skuter listrik (merek mitra) — dan perlakuan hukumnya berbeda satu sama lain.

Kendaraan Klasifikasi hukum SIM yang diperlukan Kalau memakai SIM asing/IDP
Sepeda biasa Sepeda Tidak perlu Bisa langsung dikendarai
Sepeda listrik (PAS, bantuan pedal) Sepeda menurut UU Promosi Penggunaan Sepeda Tidak perlu Bisa langsung dikendarai
Sepeda listrik (throttle) Perangkat mobilitas personal (UU Lalu Lintas Jalan Pasal 2 ayat 19-2) SIM motor kecil atau lebih tinggi Kategori A harus tercantum di IDP
Skuter listrik Perangkat mobilitas personal SIM motor kecil atau lebih tinggi Kategori A harus tercantum di IDP

Untuk mengendarai perangkat mobilitas personal seperti skuter listrik, Anda harus punya SIM motor kecil (원동기장치자전거면허) atau SIM mobil yang lebih tinggi (UU Lalu Lintas Jalan Pasal 80 ayat 1 kalimat pokok dan ayat 2 butir 2 huruf da). Bagi orang Korea, syarat ini otomatis terpenuhi dengan satu SIM biasa. Bagi orang asing tidak begitu.

UU Lalu Lintas Jalan Pasal 96 ayat 1 menetapkan bahwa jenis kendaraan yang boleh dikemudikan dengan Surat Izin Mengemudi Internasional (IDP) "terbatas pada yang tercantum dalam SIM internasional tersebut". Artinya, kalau Anda hanya mengurus kategori B karena berpikir soal mobil saja, Anda sama sekali tidak berhak mengemudikan motor kecil atau kendaraan roda dua.

Selain itu, IDP hanya bisa diterbitkan di negara penerbitnya, jadi setelah masuk Korea tidak ada cara menambah kategori. Cara mengecek kategori dan langkah selanjutnya dibahas rinci di panduan sewa skuter dan motor.

Perhatian: Di FAQ Kakao T Bike, kata 'SIM' dan 'helm' sama sekali tidak muncul (dicek 2026-08-25). Apakah aplikasi punya prosedur memeriksa SIM pada tahap penyewaan juga tidak terkonfirmasi lewat dokumen resmi. Aplikasi yang meminjamkan bukan berarti Anda jadi berhak mengemudi. Syarat kelayakan ditentukan oleh UU Lalu Lintas Jalan, bukan oleh aplikasi.

Apakah sepeda listrik Kakao T Bike bertipe PAS atau throttle juga sulit dipastikan hanya dari kalimat resminya. Ungkapan "membantu akselerasi dengan tenaga motor listrik" terbaca seperti bantuan pedal, tetapi karena tidak dinyatakan tegas, di titik inilah perlu-tidaknya SIM terbelah. Kalau berencana menyewa skuter listrik atau sepeda listrik, langkah pertama adalah memastikan kategori A di IDP Anda (perlu dikonfirmasi).

Kenapa hasilnya berbeda tiap fitur — Kakao Pay sebagai satu gerbang

Sampai di sini ada satu pola yang terlihat. Berdasarkan sifatnya, fitur Kakao T terbagi dua.

Tipe pakai langsung adalah taksi dan sepeda. Karena strukturnya membayar saat naik dan turun sekarang juga, kalau pembayaran tersendat masih ada celah untuk menutupinya di tempat. Untuk taksi, bayar langsung ke sopir; untuk sepeda, pendaftaran kartu luar negeri memang sudah dibuka secara resmi.

Tipe pemesanan di muka adalah kereta, bus antarkota, dan penerbangan. Tiket harus dipastikan sebelum naik, dan kepastian itu ditangani oleh pembayaran di dalam aplikasi. Di sini secara struktural tidak ada jalan keluar berupa pembayaran tatap muka di tempat. Karena itu, satu gerbang pembayaran bisa menutup keseluruhan fitur.

Untuk kereta, gerbang itu adalah Kakao Pay. Kakao Pay bukan sekadar aplikasi pembayaran melainkan layanan keuangan, sehingga melewati prosedur verifikasi identitas, dan prosedur itu menuntut nomor ponsel Korea atas nama sendiri. Ini bukan aturan yang dibuat Kakao T untuk menghalangi orang asing, melainkan lebih tepat disebut sebagai wujud syarat verifikasi identitas dalam sistem keuangan Korea yang tampil apa adanya di layar aplikasi.

Karena itu urutan penyelesaiannya jelas. Yang pertama bukan mengganti aplikasi, melainkan memastikan apakah Anda dalam kondisi bisa lolos verifikasi identitas. Kalau punya nomor Korea atas nama sendiri dan ARC, fitur tipe pemesanan umumnya terbuka begitu saja. Kalau tidak, seberapa sering pun ditekan ulang akan berhenti di layar yang sama, jadi memutar lewat jalur lain lebih menghemat waktu.

Gambar isi yang menampilkan situasi nyata seorang wisatawan asing memegang ponsel berisi jadwal kereta lalu terhenti dan kebingungan di tahap pembayaran
Semua kereta muncul di pencarian, tetapi hanya wisatawan asing yang berhenti di layar pembayaran

Jalan memutar yang benar-benar dipakai saat tersendat

Kalau dirangkum per fitur, hasilnya begini. Apa pun kasusnya, prinsipnya adalah melihat kanal pemesanan resmi lebih dulu.

Yang ingin dilakukan Titik tersendat di Kakao T Jalur lain
Memanggil taksi Pembayaran otomatis kartu luar negeri bisa ditolak Ubah metode pembayaran jadi 'bayar langsung ke sopir'
Pesan KTX/SRT Khusus kartu Kakao Pay Kanal pemesanan kereta resmi (Korail+, dll.)
Pesan bus ekspres Tidak ada penyebutan bus ekspres di badan panduan resmi Kanal pemesanan terpisah yang menjual bus ekspres (Kobus, dll.)
Pesan bus antarkota Tidak ada panduan metode pembayaran (perlu dikonfirmasi) Kanal pemesanan bus antarkota (Bustago · TxBus, dll.)
Penerbangan domestik/internasional Aturan penulisan nama · metode pembayaran perlu dikonfirmasi Situs dan aplikasi resmi maskapai
Sepeda/skuter listrik Pembayaran terbuka, tetapi skuter listrik terkendala syarat SIM Syarat SIM tidak bisa diselesaikan lewat aplikasi
LACHA KTX, bus ekspres, taksi, VAN, Airport Railroad, dan kartu transportasi dalam satu aplikasi

Untuk kereta, Anda juga bisa mencoba memesan dengan paspor dan kartu luar negeri lewat aplikasi resmi Korail. Namun ada titik-titik yang kerap menyendat orang asing di aplikasi itu, jadi kami sarankan membaca juga titik-titik yang menyendat orang asing di aplikasi Korail dan memesan KTX tanpa kartu Korea.

Baris terakhir tabel perlu penjelasan tersendiri. LACHA adalah super app transportasi dan pembayaran untuk orang asing yang bisa langsung dipakai tanpa verifikasi identitas. Dirancang agar Anda bisa mulai hanya dengan paspor, tanpa rekening bank atau nomor ponsel Korea, sehingga secara prosedur resmi tidak memerlukan verifikasi identitas. Pemesanan KTX dan bus ekspres, pemanggilan taksi, VAN (5–6 penumpang), Airport Railroad, dan pengisian kartu transportasi ditangani dalam satu aplikasi, dan pembayarannya bisa memakai layanan pembayaran instan luar negeri seperti Alipay atau WeChat Pay. Namun dari fitur-fitur yang dibahas di artikel ini, bus antarkota, penerbangan, rental mobil, sepeda, dan skuter listrik tidak tersedia di LACHA. Untuk fitur-fitur itu, silakan tempuh jalur resmi pada tabel di atas.

Ingin memanggil taksi tanpa nomor telepon Korea? Coba LACHA.

Dirancang untuk dipakai tanpa nomor telepon atau rekening bank Korea, mendukung DANA, Alipay, Apple Pay, dan metode pembayaran luar negeri lainnya. Panggil taksi, pesan KTX, bus ekspres, dan kereta bandara AREX — semua dalam satu aplikasi.

Masukkan kode GUIDE3 saat daftar, dapat 3.000P langsung

Unduh sekarang

Download on the App Store Get it on Google Play

Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)

Q1. Saya sudah sampai memilih kursi KTX di Kakao T tapi pembayarannya tidak jalan. Kenapa? FAQ resmi Kakao Mobility membatasi pembayaran tiket kereta "hanya dengan kartu Kakao Pay yang terdaftar di aplikasi Kakao T" (dicek 2026-08-25). Kakao Pay melewati verifikasi identitas pada tahap aktivasi; memasukkan nomor registrasi orang asing memang didukung, tetapi nomor ponsel harus terdaftar di operator atas nama Anda sendiri agar lolos. Kalau punya nomor Korea atas nama sendiri dan ARC, umumnya terbuka; kalau tidak, pembayaran tak akan tuntas meski semua kereta terlihat. Dalam kasus ini, beralih ke kanal pemesanan kereta resmi atau aplikasi lain lebih cepat.

Q2. Apakah bus ekspres juga bisa dipesan lewat Kakao T? Dari dokumen resmi saja tidak bisa dipastikan. Badan halaman pengenalan layanan berbahasa Korea, badan FAQ dukungan pelanggan, dan pengenalan resmi Kakao berbahasa Inggris semuanya hanya menyebut layanan ini sebagai 'bus antarkota (intercity bus)', sedangkan 'bus ekspres' hanya muncul di nama kategori FAQ ('Bus ekspres/antarkota') (dicek 2026-08-25). Cari langsung di aplikasi, dan kalau rute yang Anda inginkan tidak ada, cek terpisah kanal pemesanan yang menjual bus ekspres (Kobus, dll.). Bus ekspres dan bus antarkota punya kanal pemesanan terpisah dan terkadang terminal keberangkatannya pun berbeda.

Q3. Bagaimana cara menulis nama di tiket pesawat? Di FAQ Kakao T Penerbangan ada item berjudul '[Pemesanan] Bagaimana cara memesan bagi orang asing?', dengan jawaban "Pemegang kewarganegaraan asing atau orang asing dapat memesan dengan mengisikan nama Latin yang tertera di paspor atau kartu identitas orang asing." Urutan nama depan dan belakang, middle name, serta nama bertanda hubung mudah menghasilkan input yang berbeda dari penulisan paspor, jadi cocokkan ejaannya persis dengan halaman foto paspor sebelum membayar.

Q4. Bisakah saya menyewa sepeda Kakao T dengan kartu terbitan luar negeri? FAQ Kakao T Bike secara eksplisit mencantumkan 'kartu terbitan luar negeri - kartu kredit/debit yang diterbitkan di luar Korea (VISA, MASTER, JCB, AMEX — total 4 penerbit bisa didaftarkan)' sebagai salah satu dari enam metode pembayaran. Namun panduan ini hanya menjelaskan cakupan penerbit kartu yang bisa didaftarkan dan tidak menjamin otorisasi berhasil. Kartu bisa ditolak tergantung penerbit, negara penerbit, dan waktunya, jadi siapkan juga metode pembayaran alternatif.

Q5. Bisakah saya mengendarai skuter listrik dengan SIM internasional? Kategori A harus tercantum di IDP Anda. Perangkat mobilitas personal seperti skuter listrik memerlukan SIM motor kecil atau SIM mobil yang lebih tinggi (UU Lalu Lintas Jalan Pasal 80 ayat 1 kalimat pokok dan ayat 2 butir 2 huruf da), dan UU Lalu Lintas Jalan Pasal 96 ayat 1 menetapkan bahwa jenis kendaraan yang boleh dikemudikan dengan IDP "terbatas pada yang tercantum dalam SIM internasional tersebut". IDP yang hanya memuat kategori B tidak memenuhi syarat, dan karena IDP hanya bisa dibuat di negara penerbitnya, kategori tidak bisa ditambahkan setelah tiba di Korea. Sepeda listrik dengan bantuan pedal (PAS) diklasifikasikan sebagai sepeda sehingga tidak memerlukan SIM.


Catatan: Artikel ini bertujuan memberikan informasi umum. Cakupan layanan, metode pembayaran, ketentuan pemesanan, dan bahasa yang didukung dalam artikel ini adalah hal-hal yang kami konfirmasi per 2026-08 dari pengenalan layanan resmi Kakao Mobility (kakaomobility.com), FAQ dukungan pelanggan (service.kakaomobility.com), dan keterangan app store; untuk syarat perundang-undangan, kami cantumkan sekaligus nomor pasalnya dari Pusat Informasi Hukum Nasional Korea dan penjelasan Kementerian Legislasi Pemerintah. Jadwal integrasi Korail–SR pada 1 September 2026 bukan berasal dari materi Kakao Mobility, melainkan dari pengumuman persetujuan merger Komisi Perdagangan Adil Korea serta pengumuman resmi Korail dan SR. Fitur aplikasi dan kebijakan pembayaran sering berubah tergantung versi dan waktu, dan sebagian item (apakah rute bus ekspres benar-benar muncul dalam pencarian, metode pembayaran bus antarkota dan penerbangan, tipe penggerak sepeda listrik, prosedur pemeriksaan SIM oleh aplikasi, serta sistem klasifikasi kereta Korail dan posisi kereta wisata) tidak terkonfirmasi lewat dokumen resmi sehingga kami tandai 'perlu dikonfirmasi'. Sebelum menggunakan, konfirmasikan lagi di panduan aplikasi dan masing-masing kanal resmi. LACHA tidak menangani bus antarkota, penerbangan, rental mobil, dan kendaraan roda dua.

Panduan terkait

Terakhir diperbarui 2026-08-27