Sepeda umum Daejeon bernama 'Tashu' gratis untuk 1 jam pertama. Kalau dikembalikan dalam 1 jam lalu disewa lagi, Anda bisa bersepeda berulang kali tanpa biaya tambahan. Dari sisi tarif hampir tidak ada beban, tapi sejak 7 Januari 2025 aplikasinya menambahkan prosedur verifikasi identitas. Anda harus memilih operator seluler lalu verifikasi lewat SMS atau PASS, jadi tanpa nomor Korea yang terdaftar atas nama sendiri, aplikasinya bisa diunduh tapi tidak akan sampai tahap penyewaan.
'Eoulling' di Sejong punya waktu dasar yang lebih panjang, yaitu 90 menit. Tiket harian anggota biasa (준회원) 1,000 KRW, dan anggota tetap mulai dari 5,000 KRW per bulan. Masalahnya, metode pembayaran yang tertulis di panduan resmi adalah 'pembayaran lewat tagihan ponsel, kartu kredit, dll.', sehingga orang asing sering tersangkut di layar pembayaran bahkan sebelum melihat daftar tarif.
Busan ceritanya lain lagi. Pemerintah Kota Busan menghapus proyek sepeda umum yang dijalankan di kawasan Haeundae New Town terhitung 31 Desember 2015. Alasannya, setelah dikenakan tarif jumlah pengguna turun drastis sehingga kerugian kumulatif tidak tertanggung, dan seluruh sepeda, mesin sistem, hingga raknya dibongkar. Yang ada di Busan sekarang bukan sistem yang menghubungkan seluruh kota, melainkan tempat penyewaan sepeda yang tersebar per taman.
Kalau Anda pernah mencoba Ttareungi di Seoul lalu mencari "pasti di daerah lain ada yang serupa", inilah alasan jawabannya berbeda-beda tiap kota.
Catatan: Tarif, jam operasional, dan status tempat penyewaan di bawah ini adalah data per 2026-08 yang kami cek dari panduan resmi dan syarat penggunaan lembaga pengelola Tashu & Eoulling, halaman resmi Kota Sejong dan Kota Busan, serta Pusat Informasi Hukum Nasional Korea. Sepeda umum bisa berubah tarif dan jam operasionalnya karena revisi peraturan daerah maupun pergantian pengelola, jadi mohon cek ulang ke panduan resmi masing-masing lembaga sebelum memakainya.
Cari 'sesuatu seperti Ttareungi' di luar Seoul, jawabannya beda tiap kota
Mari lihat gambaran besarnya dulu. Ketiga kota berjalan dengan cara berbeda, dan titik yang menyulitkan orang asing juga berbeda-beda.
| Kota | Yang ada sekarang | Waktu dasar | Biaya dasar | Hambatan pertama bagi orang asing |
|---|---|---|---|---|
| Daejeon | Sepeda umum Tashu (dikelola Daejeon Transportation Corporation) | 1 jam | Gratis | Verifikasi identitas di aplikasi yang berlaku sejak 2025 (SMS operator/PASS) |
| Sejong | Sepeda umum Eoulling | 90 menit | Tiket harian anggota biasa 1,000 KRW | Metode pembayaran hanya tagihan ponsel & kartu kredit |
| Sejong (penduduk) | Pakai Eoulling dengan Ieung Pass | 90 menit, tanpa batas jumlah penyewaan | Dewasa 20,000 KRW/bulan | Perlu registrasi orang asing di Sejong dan verifikasi ulang domisili secara berkala |
| Busan | Tidak ada sepeda umum, hanya 17 tempat penyewaan di taman | 2 jam di tempat gratis | Gratis/berbayar tergantung tempat | Jam operasional pendek dan pengelolanya berbeda tiap tempat |
Ada satu hal yang perlu diperhatikan di sini. Tarifnya sendiri tidak memberatkan di ketiga kota. Gerbang sebenarnya semuanya menumpuk di tahap 'pendaftaran dan pembayaran'. Karena itu artikel ini membahas tahap sebelum tarif lebih panjang daripada daftar tarifnya.
Soal bahasa aplikasi, kondisinya relatif lebih baik. Aplikasi Tashu dan Eoulling sama-sama mendukung tiga bahasa: Korea, Inggris, dan Mandarin (aksara sederhana). Namun layar aplikasi yang mendukung bahasa Inggris berbeda dengan syarat penggunaan dan panduan asuransi yang tersedia dalam bahasa Inggris — nanti kita bahas lagi di bawah.
Tashu Daejeon — gratis 1 jam, tapi sejak 2025 ada verifikasi identitas
Struktur tarif Tashu sederhana. Satu jam pertama gratis, dan setelah itu 500 KRW per 30 menit. Sepanjang apa pun Anda bersepeda dalam sehari, biaya tambahan per satu kali penyewaan harian maksimal 5,000 KRW.
| Item | Isi |
|---|---|
| Tarif dasar | Gratis 1 jam |
| Biaya kelebihan | 500 KRW per 30 menit |
| Batas harian | Maksimal biaya tambahan 5,000 KRW per satu penyewaan harian |
| Sewa ulang | Kembalikan dalam 1 jam lalu sewa lagi, bisa dipakai berulang tanpa biaya tambahan |
| Pengguna | Usia 15 tahun ke atas yang mampu mengendarai sepeda |
| Jam penyewaan | 05.00–24.00 (pengembalian 24 jam; Maret–November beroperasi 24 jam sehari) |
Baris 'sewa ulang' di tabel itu yang paling penting secara praktik. Kalau bersepeda dua jam sekaligus akan dikenakan 500 KRW, tapi kalau sebelum genap 1 jam Anda kembalikan di tempat penyewaan terdekat lalu langsung sewa lagi, tetap gratis terus. Artinya, berkeliling pusat kota Daejeon selama setengah hari praktis bisa 0 KRW.
Jam penyewaan mengikuti musim. Biasanya bisa menyewa dari jam 5 pagi hingga tengah malam dan pengembalian saja yang 24 jam, tapi pada musim ramai dari Maret hingga November operasionalnya 24 jam sehari. Kalau tombol sewa tidak bisa ditekan pada malam hari di musim dingin, itu mungkin bukan kerusakan, melainkan karena jam operasional.
Masalahnya dimulai 7 Januari 2025. Aplikasi Tashu memperkenalkan prosedur verifikasi identitas. Urutannya begini.
- Saat masuk layar pendaftaran, Anda diminta memilih operator seluler lebih dulu (daftar operator seluler domestik).
- Berikutnya, pilih metode verifikasi antara SMS atau PASS.
- Masukkan nama, tanggal lahir, dan nomor ponsel, lalu masukkan kode verifikasi yang diterima.
- Anggota lama pun harus menyelesaikan verifikasi ini agar bisa memakainya normal. Inilah sebabnya akun yang lancar dipakai hingga 2024 tiba-tiba terblokir.
Struktur ini sama persis dengan tembok yang dibahas di layanan yang bisa dipakai tanpa nomor ponsel Korea. Kalau Anda memakai ponsel atas nama perusahaan, atas nama keluarga, atau prabayar yang tidak bisa diverifikasi identitasnya, prosesnya berhenti di layar verifikasi.
Perhatian: Meski Anda sudah mendaftar sebelum 7 Januari 2025 saat verifikasi mulai berlaku, jangan merasa aman. Pasal 5 ayat 3 syarat penggunaan menetapkan prosedur verifikasi identitas saat pendaftaran anggota (berlaku 7 Januari 2025), dan menurut pemberitaan media, anggota lama pun harus menyelesaikan verifikasi ini agar bisa memakainya normal. Tidak ada alternatif kalau Anda tersangkut saat sudah tiba di Daejeon dan butuh cepat, jadi kalau sepeda masuk rencana perjalanan, unduh aplikasinya dan selesaikan verifikasinya lebih dulu.
Kata 'warga negara' dalam syarat penggunaan Tashu — titik yang bertentangan dengan panduan Inggrisnya
Dari sini adalah bagian yang sama sekali tidak muncul di panduan untuk pembaca Korea.
Pada 'Panduan Layanan' resmi Tashu, penggunanya adalah 'orang berusia 15 tahun ke atas yang mampu mengendarai sepeda'. Halaman bahasa Inggrisnya juga hanya menulis 'Persons aged 15 or above who are eligible to ride bicycles'. Di kedua halaman itu tidak ada syarat domisili Daejeon atau registrasi kependudukan. Di internet beredar sumber sekunder yang menulis "Tashu hanya bisa dipakai warga yang terdaftar sebagai penduduk Daejeon", tapi berdasarkan panduan resmi hal itu tidak benar.
Namun syarat penggunaan yang diunggah lembaga yang sama berbunyi berbeda. Pasal 5 ayat 1 syarat penggunaan menulis 'Setiap warga negara berusia 15 tahun ke atas yang mampu mengendarai sepeda dapat mendaftar sebagai anggota'. Dengan kata lain, kata 'warga negara' yang tidak ada di panduan justru masuk ke dokumen syarat penggunaan yang bersifat mengikat. Dan di syarat penggunaan itu tidak ada pasal terpisah yang menyatakan boleh atau tidaknya orang asing mendaftar.
Singkatnya begini. Panduan layanan resmi, baik versi Korea maupun Inggris, hanya menulis 'orang berusia 15 tahun ke atas yang mampu mengendarai sepeda' (Inggris: 'Persons aged 15 or above'), tanpa syarat lain selain usia. Sebaliknya, hanya Pasal 5 ayat 1 syarat penggunaan yang menulis 'warga negara berusia 15 tahun ke atas'. Dua dokumen dari lembaga yang sama saling bertentangan, dan satu-satunya pihak yang benar-benar terkena dampak perbedaan ini adalah orang asing.
Karena itu artikel ini tidak akan menyimpulkan "orang asing juga bisa mendaftar Tashu". Dari panduannya terlihat mungkin dan halaman Inggrisnya juga terbaca begitu, tapi bunyi syarat penggunaannya berbeda dan kami belum memperoleh konfirmasi tertulis dari lembaga pengelola. Kami juga belum bisa memverifikasi apakah layar verifikasi operator seluler benar-benar meloloskan nomor yang dibuka dengan nomor registrasi orang asing.
📌 Penting: Kalau Anda merencanakan Tashu di Daejeon, sebelum berangkat mintalah konfirmasi satu baris lewat kanal pertanyaan di situs resmi Tashu (tashu.or.kr): apakah pemegang Kartu Registrasi Orang Asing bisa mendaftar sebagai anggota. Tashu adalah proyek yang pengelolaannya dilimpahkan Pemerintah Kota Daejeon kepada Daejeon Transportation Corporation, dan dasar tarif serta waktu penggunaan dasarnya adalah 「Peraturan Daerah Kota Daejeon tentang Pengaktifan Penggunaan Sepeda」. Artinya, ini bukan hal yang bisa diputuskan spontan di lapangan.
Eoulling Sejong — dasar 90 menit, daftar tarif dan metode pembayaran adalah gerbang sesungguhnya
Pengguna Eoulling Sejong adalah 'siapa pun berusia 15 tahun ke atas'. Biaya dasarnya dihitung per 90 menit, dan seperti Tashu, kalau dikembalikan dalam waktu dasar lalu disewa lagi, tidak ada biaya tambahan. New Eoulling beroperasi 24 jam sehingga penyewaan malam pun bisa.
Tarifnya terbagi menurut jenis keanggotaan. Berdasarkan panduan resmi lembaga pengelola, pembagiannya seperti ini.
| Jenis anggota | Tiket | Tarif | Biaya tambahan bila lewat 90 menit |
|---|---|---|---|
| Anggota tetap (berbayar) | Tahunan (12 bulan) | 30,000 KRW | 500 KRW per 30 menit |
| Anggota tetap | Semester (6 bulan) | 20,000 KRW | 500 KRW per 30 menit |
| Anggota tetap | Bulanan (30 hari) | 5,000 KRW | 500 KRW per 30 menit |
| Anggota tetap | Mingguan (7 hari) | 2,500 KRW | 500 KRW per 30 menit |
| Anggota biasa (준회원) | Tiket 1 hari | 1,000 KRW | 1,000 KRW per 30 menit |
Dari angkanya, hitungannya cepat terlihat. Kalau hanya dua atau tiga hari di Sejong, tiket harian anggota biasa 1,000 KRW yang tepat, dan anggota tetap bulanan 5,000 KRW setara harga lima tiket harian, jadi kalau berencana bersepeda enam hari atau lebih, anggota tetap lebih murah. Biaya kelebihannya juga separuh untuk anggota tetap, jadi semakin lama Anda bersepeda semakin menguntungkan jadi anggota tetap.
Sampai sini sama saja bagi orang Korea maupun orang asing. Yang berbeda adalah pembayarannya. Metode pembayaran yang disebut panduan resmi adalah 'pembayaran lewat tagihan ponsel, kartu kredit, dll.' dan pembayarannya dilakukan di aplikasi Eoulling. Padahal bagi orang asing, pembayaran lewat tagihan ponsel sering kali diblokir sama sekali atau limitnya diset 0. Yang tersisa adalah kartu kredit, tapi apakah kartu terbitan luar negeri diterima tidak tertulis di panduan resmi.
Tips: Kalau berencana memakai Eoulling di Sejong, periksa pembayarannya dulu sebelum daftar tarif. Metode verifikasi identitas apa yang dipakai saat pendaftaran (apakah verifikasi lewat ponsel, apakah ada kolom nomor registrasi orang asing) juga tidak dijelaskan di halaman panduan layanan resmi. Cara tercepat adalah menanyakan metode pembayaran dan metode verifikasi sekaligus ke Sejong City Transportation Corporation (1899-9161).
Ieung Pass — kalau registrasi orang asing Anda di Sejong, Eoulling gratis 90 menit
Kalau Anda orang asing yang tinggal di Sejong, lihat bagian ini dulu sebelum daftar tarif Eoulling.
Ieung Pass adalah pass transportasi yang dijalankan Kota Sejong. Sasarannya adalah warga Sejong usia 13 tahun ke atas, dan orang asing pun bisa menerbitkannya dengan memasukkan nomor registrasi orang asing di aplikasi Ieung Pass. Untuk dewasa (usia 19–69 tahun) tarifnya 20,000 KRW per bulan, dan di dalamnya termasuk manfaat memakai sepeda umum Eoulling gratis hingga 90 menit dengan jumlah penyewaan tanpa batas.
Jadi bagi orang asing yang tinggal di Sejong ada dua pilihan.
- Kalau hanya berencana memakai Eoulling, anggota tetap bulanan 5,000 KRW paling murah.
- Kalau berencana memakai bus juga, dalam Ieung Pass 20,000 KRW per bulan sudah termasuk Eoulling 90 menit tanpa batas jumlah penyewaan.
Namun Ieung Pass punya satu garis yang tidak bisa dilewati wisatawan yang datang ke Korea. Syaratnya adalah domisili di Sejong (registrasi orang asing), jadi pengunjung jangka pendek sejak awal bukan sasarannya. Kalau Anda hanya mampir beberapa hari ke Sejong untuk berwisata, pilihannya adalah tiket harian anggota biasa Eoulling.
Bagi penduduk pun ada jebakannya. Ieung Pass meminta verifikasi ulang domisili secara berkala, dan kalau Anda tidak menyelesaikannya pada bulan yang ditentukan, penggunaannya dihentikan mulai bulan berikutnya. Pemberitahuannya biasanya datang lewat SMS atau messenger dalam bahasa Korea sehingga mudah terlewat, dan kalau waktunya tidak selaras dengan pelaporan perubahan tempat tinggal, Anda bisa tersangkut di tahap verifikasi ulang. Tandai bulan verifikasi ulang di kalender lebih dulu.
Soal asuransi juga perlu disebut. Asuransi sepeda warga Kota Sejong secara eksplisit menetapkan tertanggungnya sebagai 'semua warga yang memiliki registrasi kependudukan di Kota Sejong (termasuk orang asing)'. Pemegang polisnya adalah Kota Khusus Otonom Sejong dan premi pun ditanggung kota, jadi tidak ada prosedur pendaftaran terpisah bagi individu. Banyak penduduk yang tidak tahu bahwa frasa 'termasuk orang asing' tertulis di dokumen itu, sehingga saat terjadi kecelakaan pun mereka tidak mengajukan klaim.
Perhatian: Namun periode pertanggungan yang tercantum di halaman resmi adalah 16-03-2024 s.d. 15-03-2025, jadi sudah kedaluwarsa. Apakah kontraknya diperbarui dan berapa nilai pertanggungannya tidak bisa dipastikan hanya dari halaman itu. Ditambah lagi, dokumen umum untuk klaim tertulis 'salinan registrasi kependudukan', sehingga orang asing harus menanyakan dokumen penggantinya secara terpisah. Kalau terjadi kecelakaan, lebih aman menanyakan lebih dulu ke bagian terkait di Kota Sejong soal periode pertanggungan saat ini dan dokumen klaim untuk orang asing.
Alasan Busan tidak punya sepeda umum — dihapus pada 2015, dan yang tersisa sekarang
Kalau Anda mencari "di Busan sewa sepeda umum di mana?", tulisan lama yang muncul lebih dulu. Karena itu banyak yang jadi sia-sia perjalanannya.
Faktanya jelas. Pemerintah Kota Busan menghapus proyek sepeda umum yang dijalankan di kawasan Haeundae New Town terhitung 31 Desember 2015. Alasan yang disampaikan langsung oleh Kota Busan adalah setelah dikenakan tarif jumlah pengguna turun drastis sehingga kerugian kumulatif tidak tertanggung, dan bukan hanya sepedanya, mesin sistem dan raknya pun semua dibongkar. Sistem penyewaan tanpa petugas yang menghubungkan seluruh kota seperti Ttareungi Seoul atau Tashu Daejeon sekarang tidak ada di Busan.
Sebagai gantinya yang tersisa adalah tempat penyewaan di taman. Menurut data Kota Busan, per 1 April 2026 tempat penyewaan sepeda dijalankan di 17 lokasi seperti Oncheoncheon Citizens Park dan Nakdonggang Ecological Park, dengan jumlah sepeda 1.074 unit untuk dewasa dan 473 unit untuk anak.
Di sinilah muncul hal yang paling membingungkan orang asing. Ke-17 lokasi itu tidak dijalankan oleh satu lembaga. Pengelolanya terbagi antara Nakdong River Management Headquarters, Sports Complex (Spo1), Dongnae-gu, Haeundae-gu, Geumjeong-gu, Yeonje-gu, Suyeong-gu, dan Gijang-gun. Artinya cara penyewaan, tarif, maupun jam operasionalnya berbeda tiap tempat. Soal perpindahan di dalam kota Busan secara keseluruhan sudah kami rangkum terpisah di panduan transportasi Busan.
Tempat penyewaan di Busan cukup bawa identitas, tapi jam operasionalnya jadi jebakan
Ironisnya, tempat penyewaan di Busan justru punya hambatan paling rendah bagi orang asing. Namun 12 tempat penyewaan gratis itu tidak boleh dianggap satu paket. Lima tempat gratis yang dikelola Dongnae-gu, Haeundae-gu, Geumjeong-gu, Yeonje-gu, dan Suyeong-gu tidak memerlukan pemasangan aplikasi maupun verifikasi identitas operator seluler. Cukup tunjukkan kartu identitas, Anda bisa memakainya bebas dalam 2 jam, dan dikembalikan di tempat yang sama dengan tempat menyewa. Sebaliknya, 7 lokasi Gijang-gun juga gratis tapi memakai penyewaan tanpa petugas via aplikasi seluler sehingga aplikasinya perlu diinstal, dan verifikasi identitas apa yang dipakai saat pendaftaran tidak tercantum di tabel resmi. Artinya, kalau Anda datang ke Jukhyang Park atau Pantai Imnang hanya dengan kartu identitas, bisa jadi tidak bisa menyewa.
| Pengelola | Tempat penyewaan | Tarif | Yang perlu diketahui |
|---|---|---|---|
| Nakdong River Management Headquarters | 4 lokasi: Samrak, Hwamyeong, Maekdo, Daejeo Ecological Park | Berbayar | Di tabel status tercantum 'penghentian operasi 1 Mei 2026~belum ditentukan' |
| Spo1 | 1 lokasi | Berbayar | Syarat penyewaan perlu dikonfirmasi langsung ke pengelolanya |
| Dongnae-gu, Haeundae-gu, Geumjeong-gu, Yeonje-gu, Suyeong-gu | 5 lokasi: Oncheoncheon Citizens Park, Suyeong River, dll. | Gratis | Tunjukkan identitas, dalam 2 jam, dikembalikan di tempat menyewa |
| Gijang-gun | 7 lokasi: Jukhyang Park, Jeonggwan Senior Welfare Center, Central Park, Dalsan Bridge, Daleum Bridge, Tanggul Jwagwangcheon, Pantai Imnang | Gratis | Penyewaan tanpa petugas via aplikasi seluler, 07.00–22.00 (pusat layanan 09.00–18.00) |
Masalahnya jam bukanya. Menurut tabel status Kota Busan, cukup banyak tempat penyewaan gratis yang hanya buka pada siang hari kerja, dan itu pun singkat. Jwasuyeong Bridge di Haeundae-gu tertulis 13.00–17.00, Dongnae-gu 10.00–16.00, dan ada juga yang hanya beroperasi pada Maret–Juni dan Agustus–November. Jam operasional 4–6 jam sehari sama saja dengan tertutup bagi orang yang bekerja enam hari seminggu di pabrik atau lapangan. Tempat penyewaan Gijang-gun paling panjang dengan 07.00–22.00, tapi yang ini memakai sistem penyewaan tanpa petugas via aplikasi seluler, sementara nama aplikasi dan syarat pendaftarannya (verifikasi identitas apa yang dipakai) tidak tercantum di tabel resmi, jadi perlu dicek lebih dulu.
Cakupan 'kartu identitas' juga perlu dipastikan. Siaran pers Kota Busan hanya menulis 'cukup tunjukkan kartu identitas', sehingga apakah Kartu Registrasi Orang Asing atau paspor termasuk di dalamnya tidak bisa dipastikan hanya dari dokumen resmi. Bisa jadi itu tergantung kebijaksanaan petugas di masing-masing tempat, jadi sebelum menempuh jarak jauh lebih baik menelepon bagian terkait di gu/gun tersebut daripada perjalanan Anda sia-sia.
Perhatian: Empat lokasi yang dikelola Nakdong River Management Headquarters (Samrak, Hwamyeong, Maekdo, Daejeo Ecological Park) tercantum di tabel status Kota Busan sebagai 'penghentian operasi 1 Mei 2026~belum ditentukan'. Yang kami cek hanya satu halaman instansi terkait, jadi sulit memastikan apakah operasinya sudah dibuka kembali. Kalau Anda merencanakan bersepeda di kawasan Nakdonggang Ecological Park, konfirmasikan status operasinya sebelum berkunjung ke Divisi Inovasi Ruang Hidup Kota Busan (051-888-1235).
Di Korea sepeda secara hukum adalah 'kendaraan' — helm dan mengemudi dalam keadaan mabuk
Bagian terakhir ini yang paling penting. Di Korea, sepeda adalah 'kendaraan' yang diatur Undang-Undang Lalu Lintas Jalan. Kalau Anda berasal dari negara di mana bersepeda setelah minum alkohol bukan masalah, ini perlu perhatian khusus.
Pertama soal helm. Pasal 50 ayat 4 Undang-Undang Lalu Lintas Jalan menetapkan bahwa 'pengendara sepeda dan sejenisnya, saat berkendara di jalur sepeda dan jalan berdasarkan 「Undang-Undang Jalan」, wajib mengenakan alat pelindung tubuh yang ditetapkan peraturan Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan, dan wajib membuat penumpangnya juga mengenakannya'. Bunyinya adalah kewajiban, "wajib mengenakan".
Namun ketentuan sanksinya unik. Pasal 156 nomor 6 menetapkan pengendara yang melanggar Pasal 50 ayat 4 dengan tidak mengenakan alat pelindung tubuh dikenai denda pidana maksimal 200,000 KRW, kurungan, atau denda ringan (과료), tetapi dalam tanda kurung dicantumkan '(kecuali pengendara sepeda)'. Artinya, ini struktur ganda: kewajibannya ada, tapi tidak ada sanksi bagi pengendara sepeda. Inilah sebabnya banyak orang di jalan tidak memakai helm, dan sekaligus alasan mengapa bukan berarti tidak ada aturannya.
Mengemudi dalam keadaan mabuk sepenuhnya berbeda. Di sini sanksinya hidup.
- Pasal 44 ayat 1 Undang-Undang Lalu Lintas Jalan melarang mengendarai sepeda dan sejenisnya dalam keadaan mabuk. Pasal yang sama dengan mobil.
- Batas penindakannya adalah kadar alkohol dalam darah 0,03 persen atau lebih (Pasal 44 ayat 4), dan angka ini pun sama dengan mobil.
- Kalau mengendarai dalam keadaan mabuk, berdasarkan Pasal 156 nomor 11 dikenai denda pidana maksimal 200,000 KRW, kurungan, atau denda ringan (과료).
- Menolak tes alkohol juga dikenai hukuman yang sama berdasarkan Pasal 156 nomor 12.
Angka 0,03 persen bisa tercapai bahkan dengan satu gelas minuman. Jadi "dekat kok, ayo pakai sepeda saja" setelah acara minum bersama adalah pilihan paling berbahaya. Sebagai catatan, di internet banyak tulisan yang mencantumkan besaran denda tilang (범칙금) untuk bersepeda dalam keadaan mabuk, tapi kami belum bisa memverifikasi angka itu dari teks asli lampiran Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Lalu Lintas Jalan. Karena itu artikel ini hanya mencantumkan hukuman yang terkonfirmasi dari pasal-pasalnya.
Aturan berkendara malam juga baik untuk diketahui. Pasal 50 ayat 9 menetapkan bahwa pengendara sepeda dan sejenisnya saat melintasi jalan pada malam hari harus menyalakan lampu depan dan lampu belakang atau mengenakan alat pemantul/pemancar cahaya seperti pita reflektif. Ayat ini pun dikecualikan bagi pengendara sepeda dari sanksi berdasarkan Pasal 156 nomor 1, tapi melaju tanpa lampu di jalur sepeda tepi sungai yang gelap bisa langsung berujung kecelakaan. Mengingat Tashu beroperasi 24 jam pada Maret–November dan New Eoulling Sejong juga 24 jam sehingga berkendara malam benar-benar mungkin, ini bukan cerita orang lain.
📌 Catatan: Layar aplikasi tersedia dalam bahasa Inggris dan Mandarin, tapi masih ada area yang hanya berbahasa Korea, yaitu dokumen yang Anda baca pada tahap sengketa atau asuransi, seperti halaman panduan layanan, kewajiban & tanggung jawab, dan asuransi di web Eoulling. Artinya dokumen yang justru harus dibaca saat terjadi kecelakaan tidak diterjemahkan, jadi sebaiknya cari tahu lebih dulu kenalan yang bisa membaca bahasa Korea atau kanal bantuan penerjemahan.

Semua sepeda yang disebutkan di sini hanya bisa disewa lewat aplikasi dan tempat penyewaan lembaga pengelola masing-masing kota. LACHA adalah super app transportasi & pembayaran untuk orang asing yang bisa langsung dipakai tanpa verifikasi identitas, tapi cakupannya adalah KTX, bus antarkota, taksi, Airport Railroad, dan kartu transportasi — penyewaan sepeda tidak ditangani. Untuk Tashu, Eoulling, dan tempat penyewaan Busan, Anda harus menuju kanal lembaga pengelolanya masing-masing.
Ingin mencari dan memesan KTX serta bus ekspres dalam satu aplikasi? Coba LACHA.
Dirancang untuk dipakai tanpa nomor telepon atau rekening bank Korea, mendukung DANA, Alipay, Apple Pay, dan metode pembayaran luar negeri lainnya. Panggil taksi, pesan KTX, bus ekspres, dan kereta bandara AREX — semua dalam satu aplikasi.
Masukkan kode GUIDE3 saat daftar, dapat 3.000P langsung
Unduh sekarang
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q1. Apakah orang asing juga bisa mendaftar Tashu Daejeon? Panduan layanan resmi, baik versi Korea maupun Inggris, hanya menulis penggunanya sebagai 'orang berusia 15 tahun ke atas yang mampu mengendarai sepeda'. Tidak ada syarat domisili Daejeon atau registrasi kependudukan. Namun Pasal 5 ayat 1 syarat penggunaan berbunyi berbeda, yaitu 'warga negara berusia 15 tahun ke atas', dan tidak ada pasal di syarat penggunaan yang menyatakan boleh atau tidaknya orang asing mendaftar. Karena kami belum memperoleh konfirmasi tertulis dari lembaga pengelola, kami tidak akan menyimpulkan "bisa mendaftar". Kalau Anda memasukkan sepeda ke rencana perjalanan Daejeon, silakan konfirmasi lebih dulu lewat kanal pertanyaan tashu.or.kr.
Q2. Kalau tidak punya nomor ponsel Korea, apakah tidak bisa memakai Tashu atau Eoulling? Tashu mewajibkan verifikasi identitas di aplikasi sejak 7 Januari 2025. Strukturnya memilih operator seluler lalu verifikasi lewat SMS atau PASS, jadi tanpa nomor Korea atas nama sendiri sulit sampai ke tahap penyewaan. Ponsel atas nama perusahaan atau keluarga pun terhalang dengan alasan yang sama. Untuk Eoulling, metode verifikasi saat pendaftaran tidak dijelaskan di halaman resmi sehingga perlu dikonfirmasi, dan karena metode pembayarannya tagihan ponsel & kartu kredit, Anda bisa tersangkut lebih dulu di tahap pembayaran. Paling akurat kalau dikonfirmasi ke Sejong City Transportation Corporation (1899-9161).
Q3. Saya tinggal di Sejong, apakah bisa bersepeda gratis dengan Ieung Pass? Ya, Ieung Pass ditujukan untuk warga Sejong usia 13 tahun ke atas, dan orang asing pun bisa menerbitkannya dengan memasukkan nomor registrasi orang asing di aplikasi Ieung Pass. Untuk dewasa (usia 19–69 tahun) tarifnya 20,000 KRW per bulan, dan Anda bisa memakai sepeda umum Eoulling gratis hingga 90 menit dengan jumlah penyewaan tanpa batas. Namun verifikasi ulang domisili diminta secara berkala dan kalau bulan yang ditentukan terlewat, penggunaannya dihentikan mulai bulan berikutnya, jadi tandai di kalender agar tidak melewatkan pemberitahuan verifikasi ulang. Kalau hanya berencana memakai sepeda, anggota tetap Eoulling 5,000 KRW per bulan lebih murah.
Q4. Untuk menyewa sepeda umum seperti Ttareungi di Busan, harus ke mana? Di Busan tidak ada sepeda umum yang menghubungkan seluruh kota. Proyek yang dijalankan di kawasan Haeundae New Town dihapus terhitung 31 Desember 2015 dan fasilitasnya semua dibongkar. Sekarang yang tersisa adalah 17 tempat penyewaan sepeda seperti di Oncheoncheon Citizens Park dan Nakdonggang Ecological Park; 4 lokasi Nakdong River Management Headquarters dan Spo1 berbayar, sedangkan 12 lokasi lainnya gratis. Namun 4 lokasi Nakdong River Management Headquarters (Samrak, Hwamyeong, Maekdo, Daejeo Ecological Park) tercantum di tabel status Kota Busan sebagai dihentikan operasinya sejak 1 Mei 2026, jadi konfirmasikan ke Divisi Inovasi Ruang Hidup (051-888-1235) sebelum berkunjung. Dari 12 lokasi gratis, 5 lokasi yang dikelola Dongnae-gu, Haeundae-gu, Geumjeong-gu, Yeonje-gu, dan Suyeong-gu bisa dipakai dalam 2 jam dengan menunjukkan kartu identitas dan harus dikembalikan di tempat menyewa. Tujuh lokasi Gijang-gun juga gratis tapi memakai penyewaan tanpa petugas via aplikasi seluler sehingga aplikasinya harus diinstal, dan verifikasi identitas apa yang dipakai saat pendaftaran tidak ada di tabel resmi sehingga perlu dicek lebih dulu. Banyak tempat yang jam operasionalnya singkat, hanya 4–6 jam sehari, jadi pastikan jamnya sebelum berangkat.
Q5. Kalau tidak memakai helm apakah kena denda? Bagaimana kalau bersepeda setelah minum alkohol? Untuk helm, Pasal 50 ayat 4 Undang-Undang Lalu Lintas Jalan menetapkan kewajiban mengenakannya, tetapi Pasal 156 nomor 6 mencantumkan dalam tanda kurung '(kecuali pengendara sepeda)' sehingga tidak ada sanksi bagi pengendara sepeda. Strukturnya: kewajibannya ada, hukumannya tidak ada. Sebaliknya, mengemudi dalam keadaan mabuk adalah objek hukuman. Pasal 44 ayat 1 mencakup sepeda dan batasnya kadar alkohol dalam darah 0,03 persen atau lebih (Pasal 44 ayat 4), sementara Pasal 156 nomor 11 dan nomor 12 masing-masing menetapkan mengemudi dalam keadaan mabuk dan penolakan tes alkohol dikenai denda pidana maksimal 200,000 KRW, kurungan, atau denda ringan (과료).
Catatan: Artikel ini bertujuan memberikan informasi umum. Tarif, jam operasional, status tempat penyewaan, dan ketentuan hukum dalam artikel ini adalah data per 2026-08 yang kami cek dari panduan resmi dan syarat penggunaan Tashu, panduan resmi lembaga pengelola Eoulling, panduan Ieung Pass Kota Sejong, halaman resmi Kota Busan, dan teks asli Undang-Undang Lalu Lintas Jalan di Pusat Informasi Hukum Nasional Korea. Boleh atau tidaknya orang asing mendaftar Tashu, metode verifikasi pendaftaran Eoulling dan diterima atau tidaknya kartu terbitan luar negeri, periode pertanggungan asuransi sepeda warga Sejong saat ini, apakah 4 tempat penyewaan taman di kawasan Nakdonggang Busan sudah beroperasi kembali, serta syarat pendaftaran aplikasi penyewaan tanpa petugas Gijang-gun tidak dapat dipastikan hanya dari sumber resmi sehingga kami tulis dengan hati-hati di dalam artikel. Sepeda umum sering berubah isinya karena revisi peraturan daerah dan pergantian pengelola, jadi mohon cek ulang ke panduan resmi dan pusat layanan masing-masing lembaga pengelola sebelum menggunakannya. LACHA tidak menyewakan sepeda maupun mengelola sepeda umum.




