Tarif kartu transportasi untuk dewasa di subway Daejeon adalah 1.550 KRW. Namun angka itu hanya berlaku bila jarak dari stasiun keberangkatan masih di dalam 10 km. Begitu melewati 10 km, yang terpotong menjadi 1.650 KRW. Itu karena Daejeon bukan memakai tarif tunggal, melainkan sistem tarif berdasarkan zona jarak.
Gwangju strukturnya lebih sederhana, tetapi meleset di titik lain. Kartu transportasi dewasa sama-sama 1.250 KRW baik untuk subway maupun bus kota, dan angka ini berlaku sejak 1 Agustus 2016 dan masih bertahan hingga Agustus 2026.
Jebakan yang berlaku di kedua kota adalah tiket sekali jalan. Kalau Anda membeli tiket setiap kali naik tanpa kartu transportasi, diskon pelajar hilang sama sekali. Di Daejeon pelajar membayar 1.700 KRW sama seperti dewasa (sekitar 1,9 kali lipat dari 880 KRW dengan kartu transportasi), dan di Gwangju 1.400 KRW (dibanding 900 KRW dengan kartu).
Aturan transfernya pun berbeda dari kebiasaan yang sudah melekat di Seoul dan Busan. Di Daejeon, kalau Anda naik bus kota lalu turun dan pindah ke subway, penumpang dewasa dipotong 50 KRW tambahan, dan transfer ke subway dibatasi 1 kali dari total 3 kali. Masalah sesungguhnya adalah saldo tidak sesuai perkiraan, sementara alasannya sulit ditemukan di panduan berbahasa Korea.
Namanya sendiri pun bisa membingungkan. Pada 1 Juli 2026, Jeonnam-Gwangju Integrated Special City resmi dibentuk sehingga Kota Metropolitan Gwangju dan Provinsi Jeollanam-do dihapus dan digabung menjadi satu pemerintah daerah tingkat provinsi. Hasil pencarian dan dokumen administrasi masih mencampur nama lama dan nama baru, tetapi operator subway-nya tetap Gwangju Transportation Corporation seperti dulu.
Catatan: Aturan tarif dan transfer dalam artikel ini dirangkum per Agustus 2026 dari data yang dipublikasikan oleh Gwangju Transportation Corporation, Daejeon Transportation Corporation, Divisi Transportasi Umum Jeonnam-Gwangju Integrated Special City, dan Pemerintah Kota Daejeon. Tarif transportasi umum berubah lewat pengumuman resmi pemerintah daerah, jadi mohon cek ulang di panduan resmi masing-masing instansi sebelum bepergian.
Ringkasan 3 Menit — Empat Titik yang Meleset kalau Berpatokan pada Seoul
Kalau kedua kota disandingkan, perbedaannya langsung terlihat. Sama-sama disebut "subway", tetapi cara hitungnya berbeda.
| Item | Gwangju | Daejeon |
|---|---|---|
| Kartu transportasi dewasa (dasar) | 1.250 KRW | 1.550 KRW |
| Struktur tarif | Sama berapa pun jaraknya | Zona 1·2 berdasarkan 10 km (1.550·1.650 KRW) |
| Tiket sekali jalan dewasa | 1.400 KRW | 1.700 KRW (zona 2: 1.800 KRW) |
| Tiket sekali jalan pelajar | 1.400 KRW (sama dengan dewasa) | 1.700 KRW (sama dengan dewasa) |
| Waktu transfer | Dalam 30 menit setelah turun pertama | Dalam 30 menit dihitung dari saat turun |
| Jumlah transfer | Transfer gratis (kecuali naik ulang jalur yang sama) | 3 kali, dengan subway maksimal 1 kali |
| Tarif tambahan bus→subway | Tidak ada untuk bus kota & bus lingkungan | Bus kota: dewasa 50 KRW (pelajar·anak tidak ada) / bus lingkungan 200·230·250 KRW |
| Batas usia pelajar | 13 tahun ke atas hingga di bawah 19 tahun | 13 tahun ke atas hingga di bawah 19 tahun |
Baris paling bawah hanya berbeda cara penulisannya, rentangnya sama. Panduan Gwangju menulis "13–18 tahun", panduan Daejeon menulis "13–19 tahun", tetapi di kedua kota tarif dewasa mulai berlaku pada usia 19 tahun, jadi keduanya sama-sama 13 tahun ke atas hingga di bawah 19 tahun. Karena cara menulis batas atasnya berbeda, hasil pencarian bisa terlihat bertentangan. Jadi saat mendaftarkan kartu transportasi anak, cek sekali lagi patokan tahun lahirnya di panduan masing-masing instansi.
- Sistem zona — Di Daejeon, melewati 10 km menambah 100 KRW untuk dewasa, 80 KRW pelajar, 50 KRW anak-anak
- Tiket sekali jalan — Tanpa kartu transportasi, diskon pelajar hilang. Berlaku di kedua kota
- Tarif tambahan — Di Daejeon, tambahan 50 KRW untuk dewasa hanya saat pindah dari bus kota ke subway. Arah sebaliknya 0 KRW, dan bus lingkungan punya nominal tersendiri
- Dokumen — Kartu gratis lansia dan K-패스 mensyaratkan nomor registrasi penduduk atau nomor registrasi orang asing
Perhatian: Kalau Anda hanya mengetik "광주" di kotak pencarian berbahasa Korea, data Kota Gwangju di Provinsi Gyeonggi ikut muncul. Itu pemerintah daerah yang sama sekali berbeda dan sama sekali tidak punya subway, jadi mudah sekali salah membaca tabel tarif. Gwangju yang dimaksud dalam artikel ini adalah Gwangju di wilayah Honam (Jeonnam-Gwangju Integrated Special City).
Tarif Subway Gwangju — Kartu 1.250 KRW, Tiket Sekali Jalan Tanpa Diskon Pelajar
Subway Gwangju hanya punya satu jalur, Line 1. Jalur ini melintas antara Stasiun Sotae dan Stasiun Pyeongdong, melewati Stasiun Gwangju Songjeong tempat KTX Jalur Honam berhenti, serta Stasiun Kim Daejung Convention Center dan Stasiun Sangmu.
Tarifnya terangkum seperti berikut. Dengan meletakkan subway dan bus kota dalam satu tabel, langsung terlihat mana yang lebih menguntungkan.
| Kategori | Subway kartu transportasi | Subway tiket sekali jalan | Bus kota kartu transportasi | Bus kota tunai |
|---|---|---|---|---|
| Dewasa | 1.250 KRW | 1.400 KRW | 1.250 KRW | 1.400 KRW |
| Pelajar | 900 KRW | 1.400 KRW | 800 KRW | 1.000 KRW |
| Anak-anak | 500 KRW | 500 KRW | 400 KRW | 500 KRW |
Lihat baris pelajar. Dengan kartu transportasi hanya 900 KRW, tetapi membeli tiket di loket jadi 1.400 KRW. Artinya membayar 500 KRW lebih mahal setiap kali naik.
Penyebabnya ada pada jenis tiketnya. Tiket sekali jalan yang dijual Gwangju Transportation Corporation hanya tiga jenis: tiket umum (13 tahun ke atas hingga di bawah 65 tahun), tiket diskon (6 hingga di bawah 13 tahun), dan tiket prioritas. Tidak ada sama sekali tiket sekali jalan khusus pelajar, sehingga mulai usia 13 tahun harus membeli tiket umum yang sama dengan dewasa.
Bahkan untuk dewasa pun kartu lebih murah 150 KRW. Meski dalam sehari hanya naik subway dua atau tiga kali, lebih untung menyiapkan kartu transportasi lebih dulu.
Tips: Tarif tiket sekali jalan Gwangju di sini adalah angka hasil pembandingan dua halaman di situs resmi Gwangju Transportation Corporation. Kami tidak bisa memverifikasi silang dengan data instansi lain, jadi kalau Anda bepergian bersama anak usia pelajar, konfirmasikan sekali lagi ke pusat layanan pelanggan Gwangju Transportation Corporation (062-604-8000) atau di mesin tiket stasiun.
Jam kereta pertama dan terakhir berbeda di tiap stasiun, dan halaman jadwal resmi pun penulisannya tidak seragam antararah. Daripada menghafal jam tertentu, lebih aman mengecek jadwal hari itu di papan informasi stasiun atau aplikasi peta sebelum berangkat.
Tarif Subway Daejeon — Bukan Tarif Tunggal, Melainkan Dua Zona Berdasarkan 10 km
Inilah titik yang paling sering meleset di Daejeon. Ketentuan pengangkutan Daejeon Transportation Corporation menetapkan subway Daejeon dengan sistem zona jarak. Dalam 10 km dari stasiun keberangkatan masuk zona 1, lebih dari 10 km masuk zona 2.
| Kategori | Kartu zona 1 | Kartu zona 2 | Tiket sekali jalan zona 1 | Tiket sekali jalan zona 2 |
|---|---|---|---|---|
| Dewasa (19 tahun ke atas, di bawah 65 tahun) | 1.550 KRW | 1.650 KRW | 1.700 KRW | 1.800 KRW |
| Pelajar (13 tahun ke atas, di bawah 19 tahun) | 880 KRW | 960 KRW | 1.700 KRW | 1.800 KRW |
| Anak-anak (6 tahun ke atas, di bawah 13 tahun) | 550 KRW | 600 KRW | 600 KRW | 650 KRW |
| Balita (di bawah 6 tahun) | Gratis | Gratis | — | — |
Selisih di baris pelajar adalah yang terbesar di antara kedua kota. Tarif kartu 880 KRW menjadi 1.700 KRW dengan tiket sekali jalan. Sekitar 1,9 kali lipat. Sebab hanya anak-anak yang punya tiket diskon tersendiri (600 KRW), sementara pelajar harus membeli tiket umum yang sama dengan dewasa.
Tabel tarif ini berbentuk seperti sekarang sejak 1 Januari 2024. Daejeon menaikkan tarif transportasi umum untuk pertama kalinya dalam 9 tahun sejak 2015, dari 1.250 KRW menjadi 1.500 KRW untuk bus kota (naik 250 KRW) dan dari 1.250 KRW menjadi 1.550 KRW untuk subway (naik 300 KRW). Tarif pelajar dan anak-anak dibekukan.
Rencana awalnya, tarif bus juga 1.550 KRW sama seperti subway. Namun dalam pembahasan Komite Kebijakan Konsumen, tarif bus diturunkan menjadi 1.500 KRW sehingga muncul selisih 50 KRW antara kedua moda. Tarif tambahan transfer 50 KRW yang dibahas nanti persis berasal dari selisih ini.
Mengetahui tarif bus kota sekaligus akan membuat perhitungan lebih pas. Dewasa: kartu 1.500 KRW dan tunai 1.700 KRW; pelajar: kartu 750 KRW dan tunai 900 KRW; anak-anak: kartu 350 KRW dan tunai 400 KRW.
Transfer Daejeon — 30 Menit·3 Kali, tapi Subway Hanya 1 Kali, dan Pindah dari Bus Kena 50 KRW
Aturan transfer Daejeon bisa diringkas dalam tiga baris. Dalam 30 menit terhitung sejak turun, maksimal 3 kali, dan di antaranya transfer ke subway maksimal 1 kali. Wajib memakai kartu transportasi.
Masalahnya, tarif tambahan berbeda tergantung arah. Kalau dilihat dalam tabel, ketidaksimetrisannya jelas.
| Arah transfer | Dewasa | Pelajar | Anak-anak |
|---|---|---|---|
| Bus kota → Subway | Tambah 50 KRW | Tidak ada | Tidak ada |
| Subway → Bus kota | Tidak ada | Tidak ada | Tidak ada |
| Bus lingkungan → Subway | Tambah 200 KRW | Tambah 230 KRW | Tambah 250 KRW |
| Tarif lebih zona 2 (di atas 10 km) | Tambah 100 KRW | Tambah 80 KRW | Tambah 50 KRW |
Coba bandingkan baris pertama dan kedua. Moda yang dipindahkan sama, tetapi kalau urutannya dibalik, nominalnya berubah. Hanya saat naik dari bus ke subway penumpang dewasa membayar 50 KRW tambahan, sedangkan dari subway turun ke bus 0 KRW. Mudah dipahami sebagai mekanisme untuk melunasi selisih antara tarif bus 1.500 KRW dan tarif subway 1.550 KRW di belakang.
Perhatikan juga baris ketiga. Saat pindah dari bus lingkungan ke subway, nominalnya jauh lebih besar, dan berbeda dari bus kota, pelajar dan anak-anak pun tidak dibebaskan. Angka ini hanya bisa kami konfirmasi di halaman tarif transfer Daejeon Transportation Corporation, jadi kalau Anda sering naik bus lingkungan, sebaiknya cek sendiri lewat perubahan saldo kartu.
Tarif lebih di baris keempat persis sama dengan selisih zona 1 dan zona 2 yang dibahas sebelumnya. Kenaikan 100 KRW dari 1.550 KRW menjadi 1.650 KRW itulah tarif lebih tersebut.
Perhatian: Kalau Anda komuter dari ujung ke ujung jalur seperti Banseok–Panam, setiap hari akan meleset 100 KRW dari perkiraan. Kalau pulang pergi 20 hari sebulan, itu 4.000 KRW. Kalau selama ini Anda hanya menghafal "tarif dasar subway Daejeon 1.550 KRW", hitung ulang sekarang.
Transfer Gwangju — Gratis 30 Menit, tapi Tap Turun dan Bus Pedesaan Jadi Jebakannya
Gwangju lebih sederhana daripada Daejeon. Dalam 30 menit setelah turun pertama, Anda bisa berpindah gratis antara subway, bus kota, dan bus lingkungan. Tidak ada tarif tambahan.
Syaratnya ada empat. Gwangju Transportation Corporation dan Divisi Transportasi Umum Jeonnam-Gwangju Integrated Special City memberi panduan yang sama.
- Harus membayar dengan kartu transportasi. Kalau bayar tunai, transfer sama sekali tidak berlaku
- Saat turun dari bus, wajib tap di mesin pembaca kartu di pintu keluar
- Naik kembali jalur yang sama tidak diakui sebagai transfer
- Kalau saldo kartu tidak cukup, transaksi sama sekali tidak jalan. Pembayarannya terblokir bahkan sebelum bicara diskon transfer
Baris kedua adalah gerakan yang paling asing bagi orang asing. Kalau Anda datang dari negara yang tidak punya kebiasaan tap kartu saat turun, Anda akan langsung turun lewat pintu belakang — dan pada saat itu juga transfer berikutnya hangus seluruhnya. Tidak ada cara mudah pula untuk tahu belakangan bahwa Anda lupa tap. Kalau ingin membandingkan dengan aturan transfer versi Seoul, baca juga rangkuman diskon transfer Seoul.
Ada satu hal lagi. Saat berpindah ke bus pedesaan yang melayani wilayah sekitar Gwangju, bukan gratis melainkan diskon 50% untuk satu kali saja. Aturannya berbeda dari transfer dalam kota, jadi kalau Anda bergerak melintasi batas kota, anggap saja setengah tarif akan terpotong dan isi saldo dengan cukup (berdasarkan panduan tarif Gwangju Transportation Corporation).
Metode Pembayaran adalah Tembok Sebenarnya — Kartu Transportasi, Tunai, Kartu Luar Negeri
Percuma hafal seluruh tabel tarif kalau tersandung di tahap pembayaran. Di sinilah masalah paling sering benar-benar terjadi bagi orang asing.
Kabar baiknya dulu. Dalam panduan tempat penggunaan resmi T-money, Line 1 Gwangju dan Line 1 Daejeon sama-sama terdaftar. Artinya kartu T-money yang Anda beli di Seoul bisa langsung dipakai di subway kedua kota. Tidak perlu membeli kartu baru.
Masalahnya ada di tahap mengisi uang ke kartu. Kartu kredit atau debit terbitan luar negeri sering kali tidak bisa dipakai untuk isi ulang kartu transportasi dalam negeri. Karena toko yang menerima isi ulang berbeda-beda tergantung jenis kartu, kalau ingin tahu caranya lebih dulu, lihat cara isi ulang kartu transportasi dengan kartu luar negeri.
Mesin tiket di stasiun perlu lebih diwaspadai. Di Seoul, sejak 17 Maret 2026, mesin tiket model baru di subway Line 1–8 sudah bisa menerima kartu terbitan luar negeri seperti VISA dan Mastercard untuk membeli tiket sekali jalan dan Climate Card jangka pendek (dikenakan biaya layanan rata-rata 3,7%). Namun apakah mesin tiket di Gwangju dan Daejeon menerima kartu luar negeri tidak dapat dikonfirmasi dalam panduan resmi kedua instansi.
Tidak bisa dipastikan bisa, tidak bisa dipastikan juga tidak bisa. Jadi persiapan realistisnya hanya satu. Saat tiba di kedua kota, siapkan sedikit uang tunai berupa lembaran. Tujuannya menghindari situasi berdiri di depan gerbang tiket hanya dengan kartu di tangan.
Perhatian: Kalau gerbang tidak terbuka karena saldo kurang, jangan mengatasinya dengan mengikuti orang di depan Anda keluar. Pasal 10 ayat (1) 「Undang-Undang Usaha Perkeretaapian」 mengatur bahwa terhadap penumpang gelap dapat dipungut tarif tambahan hingga 30 kali lipat dari tarif selain tarif yang seharusnya. Artinya perjalanan seharga 1.550 KRW bisa menjadi puluhan ribu won. Kalau saldo kurang, cari dulu kantor petugas stasiun atau mesin isi ulang.
Tembok Dokumen yang Hanya Mengganjal Orang Asing — Kartu Gratis Lansia, G-Pass, K-패스
Mulai dari sini ada tembok yang tidak dirasakan orang Korea. Bukan tarifnya, melainkan syarat dokumennya.
Pertama, kartu transportasi gratis untuk usia 65 tahun ke atas. Gwangju menetapkan sasarannya sebagai lansia "yang terdaftar sebagai penduduk Gwangju", dan mengarahkan pendaftaran di 12 kantor cabang Hana Bank dengan membawa identitas seperti KTP Korea, SIM, atau paspor.
Apakah kartu registrasi orang asing atau kartu laporan domisili dalam negeri juga bisa dipakai untuk penerbitan tidak tertulis dalam panduan tersebut. Karena tidak disebutkan dalam dokumen mana pun dari kedua kota, artikel ini pun tidak bisa memastikan bisa atau tidak. Kalau Anda berusia 65 tahun ke atas dan tinggal di Korea, menelepon lebih dulu sebelum datang ke loket bank akan mengurangi risiko datang sia-sia.
Berikutnya G-Pass Gwangju. Program ini berlaku sejak 1 Januari 2025 dan mencakup bus kota, bus tempat duduk, bus lingkungan, dan subway. Namun cara kerjanya sepenuhnya berbeda menurut usia.
- Anak-anak mendapat dukungan tarif 100%, pelajar diskon 50%, dan langsung berlaku bila memakai kartu transportasi anak/pelajar yang sudah ada
- Dewasa (pemuda 19–39 tahun, umum 40–64 tahun) dan lansia harus mendaftar dan meregistrasi K-패스 lalu menggunakan minimal 15 kali sebulan untuk mendapat pengembalian dana bulan berikutnya
- Jadi anak-anak tidak butuh prosedur terpisah, sedangkan orang dewasa harus melewati ambang pendaftaran lebih dulu
Satu tambahan: nominal diskon pelajar dalam tabel panduan resmi G-Pass ditulis berdasarkan bus kota (setengah dari 800 KRW). Tarif dasar pelajar untuk subway adalah 900 KRW sehingga dasar perhitungannya berbeda. Berapa yang sebenarnya dibayar pelajar di subway belum bisa kami pastikan lewat pengumuman resmi, jadi harap tetap ragu terhadap angka yang dikutip apa adanya.
Terakhir, K-패스. Orang asing harus punya nomor registrasi orang asing untuk bisa mendaftar keanggotaan. Strukturnya, di layar pendaftaran Anda memasukkan nomor registrasi orang asing sebagai ganti nomor registrasi penduduk lalu melewati verifikasi alamat.
Masalahnya, menurut Pasal 31 「Undang-Undang Pengendalian Imigrasi」, penetap jangka pendek 90 hari atau kurang bukan objek registrasi orang asing. Karena nomornya memang tidak ada, prosesnya berhenti begitu saja di layar pendaftaran. Orang yang baru kurang dari 90 hari masuk ke universitas, kompleks kantor pemerintah, atau kawasan industri persis tersandung di sini. Prosedur pendaftaran dan dokumen yang diperlukan kami rangkum terpisah di panduan pendaftaran K-패스 untuk orang asing.
Jalan Menuju Stasiun — dari Stasiun Gwangju Songjeong dan Stasiun Daejeon ke Pusat Kota
Di kedua kota, stasiun kereta dan subway bertemu di satu tempat. Ini keuntungan yang cukup besar bagi wisatawan.
Di Gwangju, Line 1 melewati Stasiun Gwangju Songjeong tempat KTX Jalur Honam berhenti. Turun dari kereta, Anda bisa langsung berpindah ke subway di dalam stasiun, dan terhubung ke arah Stasiun Kim Daejung Convention Center atau Stasiun Sangmu. Di Daejeon, Line 1 melewati Stasiun Daejeon.
Di sini perlu satu perhitungan. Saat naik subway dari Stasiun Daejeon, cek dulu apakah tujuan Anda lebih dari 10 km. Kalau lebih, tarif dewasa menjadi 1.650 KRW. Di Gwangju tarifnya 1.250 KRW berapa pun jaraknya sehingga perhitungan ini tidak diperlukan.
Perjalanan antarkota adalah cerita lain lagi. Untuk rute yang menghubungkan Gwangju dan Daejeon, atau turun dari Seoul ke kedua kota, Anda harus naik kereta atau bus ekspres — dan di sinilah orang asing tanpa rekening bank atau nomor ponsel Korea sering tersandung di tahap pembayaran. Untuk membandingkan moda antarkota, panduan akses kereta dan bus ke kota daerah akan membantu.
Aturan yang sama bekerja berbeda lagi di Busan. Kalau ingin melihat sekali lagi perbedaan antarkota, membaca panduan transportasi Busan untuk orang asing akan membantu Anda menangkap polanya. Daegu bercabang sekali lagi dari sini. Tarifnya 1.500 KRW untuk seluruh rute tanpa memandang jarak, tetapi sama sekali tidak ada sistem naik ulang saat Anda salah turun; perbedaannya kami rangkum di panduan subway Daegu & Jalur Daegyeong.

Persiapan jadi lebih mudah kalau batasnya jelas. Di dalam gerbang tiket — yaitu tiket subway kedua kota — harus diselesaikan dengan kartu transportasi lokal atau mesin tiket stasiun. Sebaliknya, perjalanan menuju stasiun dan pergerakan setelah turun dari stasiun bisa disatukan dalam satu aplikasi. LACHA adalah super app transportasi dan pembayaran untuk orang asing yang bisa langsung dipakai tanpa verifikasi identitas. Karena dirancang agar secara prosedur resmi tidak memerlukan verifikasi identitas, Anda bisa memesan KTX menuju Stasiun Gwangju Songjeong atau Stasiun Daejeon tanpa rekening bank maupun nomor ponsel Korea, dan membayar dengan pembayaran digital luar negeri seperti Alipay atau WeChat Pay. Bus ekspres juga bisa dipesan di aplikasi yang sama, tetapi terminal bus ekspres di kedua kota berada di lokasi berbeda dari stasiun kereta, jadi kalau turun di terminal Anda perlu satu perjalanan tambahan di dalam kota. Setelah tiba di stasiun atau terminal, kalau bawaan Anda banyak atau hari sudah larut, Anda juga bisa memesan taksi lewat aplikasi yang sama. Namun tiket subway Gwangju dan Daejeon tidak dilayani, jadi siapkan tarif subway secara terpisah sesuai tabel di atas.
Ingin mencari dan memesan KTX serta bus ekspres dalam satu aplikasi? Coba LACHA.
Dirancang untuk dipakai tanpa nomor telepon atau rekening bank Korea, mendukung DANA, Alipay, Apple Pay, dan metode pembayaran luar negeri lainnya. Panggil taksi, pesan KTX, bus ekspres, dan kereta bandara AREX — semua dalam satu aplikasi.
Masukkan kode GUIDE3 saat daftar, dapat 3.000P langsung
Unduh sekarang
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q1. Bisakah kartu T-money yang saya pakai di Seoul langsung dipakai di subway Gwangju dan Daejeon? Line 1 Gwangju dan Line 1 Daejeon sama-sama terdaftar dalam panduan tempat penggunaan resmi T-money, jadi bisa langsung dipakai. Tidak perlu membeli kartu baru. Yang jadi masalah adalah isi ulang. Kartu terbitan luar negeri sering tidak bisa dipakai untuk isi ulang, dan apakah mesin tiket stasiun Gwangju dan Daejeon menerima kartu luar negeri tidak dapat dikonfirmasi dalam panduan resmi kedua instansi. Lebih aman menyiapkan sedikit uang tunai sebelum tiba.
Q2. Katanya tarif dasar subway Daejeon 1.550 KRW, kenapa yang terpotong 1.650 KRW? Karena Daejeon bukan tarif tunggal, melainkan sistem zona jarak. Dalam 10 km dari stasiun keberangkatan masuk zona 1 seharga 1.550 KRW, lebih dari 10 km masuk zona 2 seharga 1.650 KRW. Tarif lebihnya 100 KRW untuk dewasa, 80 KRW untuk pelajar, dan 50 KRW untuk anak-anak. Kalau Anda komuter dari ujung ke ujung jalur seperti Banseok dan Panam, selisih ini muncul setiap hari, jadi ada baiknya dihitung dalam satuan bulan.
Q3. Kalau tidak punya kartu transportasi, apakah boleh beli tiket sekali jalan saja? Bisa naik, tetapi sangat merugikan terutama bagi pelajar. Di Daejeon pelajar harus membeli tiket umum 1.700 KRW sama seperti dewasa sehingga menjadi sekitar 1,9 kali lipat dari 880 KRW dengan kartu, dan di Gwangju tiket sekali jalan pelajar 1.400 KRW alias 500 KRW lebih mahal dari 900 KRW dengan kartu. Sebabnya, jenis tiket sekali jalan khusus pelajar memang tidak ada di kedua kota. Kalau bepergian bersama anak, menyiapkan kartu transportasi jelas lebih menguntungkan.
Q4. Saya naik bus di Daejeon lalu pindah ke subway dan terpotong 50 KRW lebih. Apakah ini salah? Itu normal. Di Daejeon, saat berpindah dari bus kota ke subway, hanya penumpang dewasa yang membayar tarif tambahan 50 KRW. Pelajar dan anak-anak tidak dikenakan tambahan, dan sebaliknya saat pindah dari subway ke bus kota, dewasa pun 0 KRW. Ini mekanisme untuk melunasi selisih 50 KRW yang muncul saat kenaikan tarif Januari 2024, yakni bus 1.500 KRW dan subway 1.550 KRW. Saat pindah dari bus lingkungan ke subway, nominalnya lebih besar: 200 KRW umum, 230 KRW pelajar, dan 250 KRW anak-anak.
Q5. Saya tinggal kurang dari 90 hari, bisakah mendapat diskon K-패스 atau G-Pass? Untuk orang dewasa sulit. K-패스 baru bisa didaftar bila punya nomor registrasi orang asing, sedangkan menurut Pasal 31 「Undang-Undang Pengendalian Imigrasi」 penetap jangka pendek 90 hari atau kurang bukan objek registrasi orang asing sehingga nomornya memang tidak ada. G-Pass Gwangju pun bagi dewasa dan lansia berstruktur pengembalian dana bulan berikutnya setelah mendaftar K-패스 dan menggunakan minimal 15 kali sebulan, jadi tersandung ambang yang sama. Namun anak-anak dan pelajar yang menyertai Anda langsung mendapat diskon dengan kartu transportasi anak/pelajar yang sudah ada.
Catatan: Isi tarif, aturan transfer, dan program dalam artikel ini dirangkum per Agustus 2026 dari data yang dipublikasikan oleh Gwangju Transportation Corporation, Daejeon Transportation Corporation, Divisi Transportasi Umum Jeonnam-Gwangju Integrated Special City, Pemerintah Kota Daejeon, dan T-money. Tarif transportasi umum berubah lewat pengumuman resmi pemerintah daerah dan nilainya bisa berbeda sebelum maupun sesudah tanggal berlaku. Khususnya tarif pelajar untuk tiket sekali jalan Gwangju, beban riil saat G-Pass Gwangju diterapkan pada pelajar di subway, apakah mesin tiket stasiun Gwangju dan Daejeon menerima kartu luar negeri, serta bisa tidaknya pemegang kartu registrasi orang asing atau kartu laporan domisili dalam negeri memperoleh kartu gratis usia 65 tahun ke atas adalah butir-butir yang belum bisa dipastikan dalam artikel ini. Mohon cek ulang di panduan resmi atau pusat layanan pelanggan masing-masing instansi sebelum bepergian. LACHA tidak menjual tiket subway Gwangju maupun Daejeon.




