Di Subway Seoul Jalur 1~8, hari saat kamu boleh membawa sepeda biasa hanyalah Sabtu dan hari libur nasional. Pasal 38 ayat (1) Ketentuan Pengangkutan Penumpang mengatur demikian. Sepeda lipat boleh dibawa tanpa batasan hari sesuai Pasal 36 ketentuan yang sama, tetapi sepeda sewaan tidak bisa dilipat. Jadi rencana "pergi ke Sungai Han dengan sepeda lalu pulang naik subway" sama sekali tidak bisa terwujud di hari kerja.
Pada tahap penyewaan pun ada satu rintangan lagi. Menurut panduan Seoul Facilities Corporation, pembayaran tiket paket khusus orang asing Ttareungi hanya bisa dilakukan dengan kartu kredit terbitan luar negeri, dan satu kartu hanya bisa membeli satu tiket. Orang asing yang tinggal di Korea hanya punya kartu Korea sehingga tidak bisa membeli paket ini, sementara wisatawan yang berkunjung singkat tidak punya kartu Korea sehingga jalur umumnya tertutup. Sama-sama orang asing, tetapi penduduk dan wisatawan menabrak tembok yang berlawanan.
Rutenya sendiri tidak pendek. Berdasarkan data Bicycle Happy Sharing dari Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan, ruas Seoul Jalur Sepeda Lintas Sungai Han membentang dari Ara Hangang Lock hingga Jembatan Paldang sepanjang total 56 km, dengan estimasi waktu tempuh sekitar 3 jam 40 menit dan tingkat kesulitan level 2 (menengah-bawah). Kalau kamu tidak menentukan lebih dulu stasiun tempat mengembalikan sepeda, jembatan yang bisa diseberangi, dan transportasi pulang, kamu akan berakhir menuntun sepeda di tepi sungai setelah matahari terbenam.
Catatan: Tarif dan aturan dalam artikel ini dirangkum dari panduan tarif resmi Seoul Bike Ttareungi, Seoul Facilities Corporation, Pemerintah Kota Seoul, Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan, serta Informasi Hukum Kehidupan Sehari-hari dari Kementerian Legislasi Pemerintah, per 2026-08. Ketentuan pengangkutan kereta dan tarif sewa sering direvisi, jadi harap cek ulang di kanal resmi masing-masing lembaga sebelum berangkat.
Jalur Sepeda Sungai Han Membentang dari Mana ke Mana — 56 km Ruas Seoul dan Stasiun Subway Aksesnya
Meski disebut jalur sepeda Sungai Han, nama resminya adalah Jalur Sepeda Lintas Sungai Han (Hangang Jongju Bike Path). Ini adalah salah satu ruas Jalur Sepeda Lintas Nasional yang dipandu Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan, dan ruas Seoul membentang 56 km dari Ara Hangang Lock hingga Jembatan Paldang. Jalurnya menyambung dalam satu garis menyusuri sungai dari ujung barat ke ujung timur.
Di tengah perjalanan ada tiga pusat sertifikasi tanpa petugas: Yeouido Marina, Ttukseom Observatory Complex, dan Gwangnaru Bicycle Park. Tempat ini untuk menstempel buku catatan lintas nasional, tapi meski kamu tidak punya bukunya, tempat-tempat itu berguna sebagai penanda posisi di sepanjang rute. Yeouido ada di barat dan Gwangnaru di timur, jadi kalau sudah melewati ketiganya berarti kamu sudah jauh melewati separuh jalan.
Akses transportasinya juga tercantum di panduan resmi. Stasiun subway terdekat dari titik masuk ujung barat adalah Stasiun Banghwa Jalur 5, sementara titik akhir Jembatan Paldang berdekatan dengan Stasiun Paldang Jalur Jungang. Namun panduan resmi yang sama menulis titik awal ruas Seoul sebagai "Ara Hangang Lock" tetapi mencantumkan jarak ke Stasiun Banghwa berdasarkan "Ara Seohae Lock", sehingga dua nama lock yang mirip ini tercampur di berbagai sumber. Sebelum berangkat, pastikan sendiri nama dan lokasi lock-nya di aplikasi peta. Kalau kamu tidak berniat menempuh seluruh 56 km, lebih realistis masuk lewat subway di area Yeouido, Ttukseom, atau Gwangnaru lalu bersepeda dalam potongan pendek.
Tips: Kalau kamu hanya menyisipkan Sungai Han ke dalam jadwal satu hari, pilih ruas di antara ketiga pusat sertifikasi itu. Cara membagi waktu satu hari di Seoul sudah dirangkum di Rute Seoul 3 Hari.
Di Mana Menyewa Sepeda — Ttareungi dan Penyewaan di Taman Sungai Han Adalah Sistem Berbeda
Ada dua jalur utama untuk menyewa sepeda di Sungai Han, dan banyak orang bingung karena mengira keduanya sama.
Pertama, Ttareungi (Seoul Bike). Ini sepeda umum yang dikelola Seoul Facilities Corporation; kamu menyewa di stasiun sepeda mana pun di Seoul dan mengembalikannya di stasiun mana pun di Seoul. Daftar tarifnya terbuka dan pembayaran selesai secara online.
Kedua, tempat penyewaan sepeda di dalam Taman Sungai Han. Menurut panduan fasilitas Kantor Masa Depan Sungai Han Pemkot Seoul, di wilayah selatan sungai ada Gwangnaru, Jamsil, Jamwon, Banpo, Yeouido, Yanghwa, dan Gangseo; di wilayah utara ada Ttukseom, Ichon, Mangwon, dan Nanji. Di Yeouido bahkan ada beberapa titik seperti cabang Wonhyo Bridge. Sistemnya adalah menyewa di dalam taman dan mengembalikan di dalam taman, jadi sifatnya berbeda.
Tarif tahun 2026, jam operasional, dan apakah tempat penyewaan Taman Sungai Han meminta identitas seperti paspor tidak dapat kami verifikasi dari sumber resmi. Silakan cek langsung di papan informasi di lokasi atau halaman Taman Sungai Han Pemkot Seoul.
Tarif Ttareungi terbagi seperti ini.
| Tiket | Tiket 1 jam | Tiket 2 jam |
|---|---|---|
| Tiket harian | 1,000 KRW | 2,000 KRW |
| Tiket 7 hari | 3,000 KRW | 4,000 KRW |
| Tiket 30 hari | 5,000 KRW | 7,000 KRW |
| Tiket 180 hari | 15,000 KRW | 20,000 KRW |
| Tiket 365 hari | 30,000 KRW | 40,000 KRW |
Untuk tiket harian juga tersedia tiket 3 jam seharga 3,000 KRW.
Dan ada satu hal yang wajib kamu ingat di sini. Kalau melewati waktu pemakaian dasar, akan ditambahkan 200 KRW per 5 menit sesuai kelebihan waktunya. Kalau kamu menyewa tiket 1 jam lalu bersepeda dua jam, biaya tambahan akan menumpuk untuk kelebihan 60 menit itu.
Perhatian: Tiket berjangka seperti tiket 7 hari dan 30 hari hanya untuk anggota. Masalahnya, pendaftaran anggota Ttareungi melewati proses verifikasi identitas ala Korea, sehingga sulit lolos tanpa nomor ponsel atas nama Korea. Kalau kamu tergoda tarif tiket berjangka yang tampak murah lalu mencoba dari sana, kamu akan mentok di layar pendaftaran.
Jebakan Tiket Orang Asing — Hanya Bisa Dibayar dengan Kartu Terbitan Luar Negeri
Ini bagian terpenting dalam artikel ini. Seoul Facilities Corporation memandu cara orang asing menggunakan Ttareungi seperti ini: pilih bahasa (Inggris, Mandarin, Jepang) di situs web, atau pilih menu penggunaan orang asing di aplikasi, lalu beli paket tarif khusus orang asing.
Masalahnya ada di syarat pembayaran. Pembayaran tiket hanya bisa dengan kartu kredit terbitan luar negeri.
Dan satu kartu hanya bisa membeli satu tiket saja. Discover Seoul Pass juga bisa digunakan.
Syarat ini membelah orang asing menjadi tiga kelompok.
- Orang asing yang tinggal di Korea: Kalau hanya punya kartu terbitan Korea, kamu tidak bisa membeli paket khusus orang asing. Kalau masih memegang kartu dari negara asal, bawalah kartu itu.
- Wisatawan kunjungan singkat: Punya kartu luar negeri tetapi tidak punya nomor ponsel Korea, sehingga jalur pendaftaran anggota dan tiket berjangka tertutup. Paket khusus orang asing praktis menjadi satu-satunya pintu.
- Saat bepergian rombongan: Satu kartu tidak bisa menyewa dua sepeda. Masing-masing harus berdiri di stasiun sepeda membawa kartu luar negerinya sendiri.
Metode pembayaran yang dipandu Ttareungi adalah ponsel, kartu kredit, PAYCO, KakaoPay, ZeroPay, dan Discover Pass khusus orang asing. Di antara itu, pembayaran via ponsel dan pembayaran instan domestik mensyaratkan nomor atau akun Korea, jadi yang praktis terbuka bagi orang asing hanyalah dua: kartu kredit luar negeri dan Discover Pass. Bagaimana tiga jalur (non-anggota, Foreigner, anggota) berbeda dalam metode pembayaran, hingga cara mengecek notifikasi pengembalian, dirangkum terpisah di Cara Pakai Ttareungi untuk Orang Asing.
Ada juga batasan usia. Pendaftaran anggota Ttareungi bisa dilakukan mulai usia 13 tahun ke atas, dan anak berusia 12 tahun ke bawah tidak boleh menggunakannya. Kalau bepergian dengan anak kecil, kamu harus mencari cara lain untuk si kecil.
Penting: Dalam ketentuan Ttareungi didefinisikan adanya tiket sehari penuh untuk orang asing yang bisa digunakan maksimal 24 jam tanpa pengembalian di tengah, tetapi harga item ini tidak tercantum di daftar tarif resmi. Selain itu, apakah tiket orang asing bisa dibeli lewat aplikasi atau hanya lewat situs web PC pun dijelaskan berbeda-beda antar sumber. Untuk keduanya, lebih aman memastikan ke call center Ttareungi (1599-0120).
Pengembalian Justru Masalah Sesungguhnya — Ttareungi Bukan Layanan Dockless
Kalau kamu terbiasa dengan layanan seperti Lime atau Citi Bike yang cukup diparkir di mana saja lalu dikunci, kamu bisa rugi di sini. Ttareungi bukan layanan dockless.
Stasiun tempat mengembalikan boleh di mana saja di Seoul. Kamu tidak perlu kembali ke tempat menyewa. Namun proses pengembalian hanya diproses dengan cara mengaitkan ke rak atau melakukan pengembalian berantai pada sepeda di depannya. Kalau kamu memarkir sepeda di samping bangku tepi sungai dan hanya menguncinya, dalam sistem sepeda itu masih tersewa, dan karena penyewaan belum berakhir, setelah melewati waktu pemakaian dasar akan bertambah 200 KRW per 5 menit.
Kalau kamu melewatkan batas waktunya, sifatnya berubah. Bila sepeda tidak dikembalikan selama 4 jam setelah disewa, sepeda dianggap dicuri. Berapa jumlah yang harus dibayar dalam kasus ini tidak dapat kami pastikan dari daftar tarif resmi, jadi kalau kamu penasaran soal standar ganti ruginya, tanyakan lebih dulu ke call center.
Masa berlaku tiket juga baik untuk diketahui. Tiket yang belum digunakan berlaku selama 1 tahun sejak tanggal pembayaran. Artinya, kalau jadwalmu berubah dan kamu tidak jadi bersepeda hari itu, tiket yang sudah dibayar tidak langsung hangus.
- Cek dulu apakah ada stasiun sepeda di dekat tujuanmu sebelum berangkat. Kalau tidak ada tempat mengembalikan, kamu harus balik lagi.
- Kalau rak penuh, gunakan pengembalian berantai, lalu pastikan dengan mata sendiri tanda "pengembalian selesai" di layar aplikasi.
- Rute satu arah hanya bisa terwujud kalau ada stasiun sepeda di titik keberangkatan maupun tujuan. Misalnya, apakah rute menyewa di Yeouido lalu mengembalikan di area Sangam benar-benar mungkin tidak dapat kami pastikan dari daftar stasiun, jadi tandai dulu stasiun tujuan di peta aplikasi Ttareungi.
Kalau Ingin Menyeberang Sungai — Jembatan Sungai Han yang Bisa Dilalui Sepeda Bisa Dihitung Jari
Jembatan yang melintasi Sungai Han berjumlah 31 titik: 27 jembatan besar dan 4 jembatan kereta. Namun jembatan yang dinyatakan Pemkot Seoul bisa dilalui sepeda hanya terbatas pada lima titik. Untuk jembatan lainnya tidak ada panduan jalur yang bisa dilalui sepeda.
| Jembatan | Cara masuk menurut panduan Pemkot Seoul | Yang perlu dicek sebelum berangkat |
|---|---|---|
| Jembatan Mapo | Naik lewat jalur landai di ujung selatan | Pintu masuk jalur landai bisa jadi terpisah dari awal jembatan, jadi tandai dulu titik masuknya |
| Jembatan Hangang | Gunakan lift di bawah jembatan | Kalau lift mati kamu harus memutar, jadi siapkan satu rute alternatif |
| Jembatan Banpo (Jamsu Bridge) | Terhubung langsung dengan jalur sepeda | Sesuai namanya, jembatan ini bisa ditutup saat permukaan air naik |
| Jembatan Kereta Jamsil | Terhubung langsung dengan jalur sepeda | Pilihan aman untuk menyeberang sungai di ruas timur |
| Jembatan Gwangjin | Terhubung langsung dengan jalur sepeda | Letaknya lebih ke timur daripada Jembatan Kereta Jamsil |
Jebakan yang sering menjerat orang asing di sini adalah aplikasi peta. Kalau peta memandu lewat rute pejalan kaki, jembatan itu tampak seolah bisa dilalui sepeda juga. Jembatan yang bisa diseberangi dengan berjalan kaki berbeda dari jembatan yang bisa diseberangi dengan sepeda, dan kalau salah masuk kamu harus memutar balik beberapa kilometer sampai ke tepi sungai seberang. Kalau penginapan atau stasiun tempat mengembalikan sepeda ada di seberang sungai, tentukan jembatan penyeberanganmu sebelum berangkat.
Perhatian: Kelima titik di atas adalah berdasarkan panduan Pemerintah Kota Seoul. Dalam data Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan atau sumber sekunder, muncul juga jembatan seperti Sinhaengju, Guri-Amsa, dan Paldang, tetapi tampaknya itu mencakup ruas di luar wilayah Seoul. Kalau rutemu keluar dari Seoul, konfirmasikan ke lembaga pengelola ruas tersebut atau hubungi Divisi Pejalan Kaki dan Sepeda Pemkot Seoul (02-2133-2751).
Perjalanan Pulang — Bisakah Membawa Sepeda ke Subway
Kalau kamu ingin bersepeda satu arah lalu pulang naik subway, aturannya berbeda tiap jalur. Meski sama-sama subway Seoul, ketentuannya berbeda jika operatornya berbeda.
| Jalur | Sepeda biasa | Sepeda lipat | Dasar aturan |
|---|---|---|---|
| Jalur 1~8 (Seoul Metro) | Hanya Sabtu & hari libur nasional | Kapan saja tanpa batasan hari | Ketentuan Pengangkutan Penumpang Pasal 38(1) & Pasal 36 |
| Jalur 9 (Eonju~Rumah Sakit Veteran Pusat) | Tidak boleh dibawa | Boleh | Ketentuan Pengangkutan Penumpang Jalur 9 Pasal 35 |
| Shinbundang Line | Tidak boleh dibawa | Hanya dalam keadaan terlipat | Ketentuan Pengangkutan Penumpang Shinbundang Pasal 32(2) |
| KORAIL kereta metropolitan (Jalur 1·3·4, Gyeongui-Jungang, Suin-Bundang, Gyeonggang, Donghae) | Hanya akhir pekan & hari libur | Tidak disebutkan khusus di pengumuman | Pengumuman KORAIL 2023-03-22 |
| Gyeongchun Line (Sangbong~Chuncheon) | Akhir pekan & hari libur + hari kerja 10:00~16:00 | Tidak disebutkan khusus di pengumuman | Pengumuman KORAIL 2023-03-22 |
| Seohae Line (Sosa~Wonsi) | Dilarang sepenuhnya | Tidak disebutkan khusus di pengumuman | Pengumuman KORAIL 2023-03-22 |
Bagian kereta metropolitan KORAIL berdasar pengumuman Maret 2023, sehingga kami tidak dapat memastikan lewat teks ketentuan resmi apakah masih sama di tahun 2026. Khususnya untuk Gyeongui-Jungang Line, sumber-sumber berbeda soal izin di hari kerja; jadi kalau kamu berencana membawa sepeda, tanyakan ke pusat layanan pelanggan KORAIL (1544-7788) untuk kondisi hari itu.
Meski di hari yang diperbolehkan, cara membawanya pun sudah ditentukan. Penumpang yang membawa sepeda harus naik hanya di gerbong paling depan dan paling belakang rangkaian kereta, dan tidak boleh mengendarai sepeda di dalam area stasiun maupun di dalam kereta (Pasal 39 ayat 1).
Dan inilah pasal yang paling membingungkan di lapangan. Saat membawa sepeda, kamu tidak boleh menggunakan lift, eskalator, maupun lift kursi roda. Artinya kamu harus mengangkat sepeda naik-turun tangga dari gerbang tiket sampai peron. Kalau kamu juga membawa ransel atau koper, melewati satu stasiun transit saja butuh waktu cukup lama. Untuk alur transit tiap jalur, baca juga Panduan Lengkap Subway Seoul agar gambarannya lebih jelas.
Perhatian: Kalau ketahuan membawa sepeda pada hari yang tidak diperbolehkan, dikenakan biaya tambahan 5,000 KRW per barang bawaan dan kamu bisa diminta turun di stasiun terdekat serta keluar dari stasiun (Pasal 37, Pasal 38 ayat 3, dan Lampiran 5). Melewati gerbang tiket sambil membawa sepeda di malam hari kerja praktis berarti jalan berputar balik.
Bus juga sulit menjadi alternatif. Bus kota boleh membatasi masuknya barang yang dapat menghalangi lorong atau pintu naik-turun, sehingga sepeda bisa ditolak (Ketentuan Usaha Angkutan Bus Kota Pasal 10 nomor 5). Bus ekspres dan bus antarkota bisa memuat sepeda di bagasi, tetapi itu jauh dari situasi pulang di dalam kota Seoul.
Hal yang Bisa Menjeratmu di Taman Sungai Han — Bersepeda Setelah Minum, Helm, dan Lampu Malam
Sepeda diperlakukan sebagai kendaraan dalam Undang-Undang Lalu Lintas Jalan Korea. Jadi kalau kamu berpikir standarnya sama dengan berjalan kaki, kamu bisa kena denda tilang.
Yang paling sering disalahpahami adalah alkohol. Adegan menikmati ayam goreng dan bir di Taman Sungai Han lalu kembali naik sepeda dikenal sebagai pengalaman khas Seoul, tetapi sepeda pun termasuk objek larangan mengemudi dalam pengaruh alkohol menurut Pasal 44 ayat (1) UU Lalu Lintas Jalan.
- Mengendarai sepeda dalam keadaan mabuk: Pelanggaran Pasal 44(1) UU Lalu Lintas Jalan, denda tilang 30,000 KRW (Lampiran 8 Peraturan Pelaksana nomor 64-2).
- Menolak tes alkohol oleh polisi: Denda tilang 100,000 KRW (Lampiran yang sama nomor 64-3).
- Tidak menyalakan lampu saat malam atau cuaca buruk: Denda tilang 10,000 KRW (UU Lalu Lintas Jalan Pasal 37(1) & Pasal 50(9), Lampiran 8 Peraturan Pelaksana nomor 61).
- Tidak memakai alat pelindung diri (helm): Kewajiban pemakaiannya ada (Pasal 50(4) & Peraturan Pelaksana Pasal 32), tetapi tidak ada pasal denda tilangnya.
- Melintas di trotoar: Pada dasarnya dilarang dan hanya diizinkan bila ada alasan pengecualian (Pasal 13-2 ayat 4).
Jangan salah paham soal helm. Ketentuan kewajiban memakainya memang ada. Hanya saja tidak ada pasal denda tilang untuk yang tidak memakai. Sepeda sewaan sering kali tidak dilengkapi helm, jadi kalau berniat bersepeda jauh, lebih aman menyiapkan sendiri.
Lampu adalah item yang sebenarnya sering kena tegur. Saat melintas di jalan pada malam hari, saat berkabut, hujan, atau turun salju, dan saat melewati terowongan, kamu wajib menyalakan lampu depan dan lampu belakang. Jalur sepeda Sungai Han cukup gelap di beberapa ruas setelah matahari terbenam. Kalau kamu berangkat sore menjelang malam, perhitungkan bahwa perjalanan pulangmu akan berlangsung di malam hari.
Ringkasan Akses Rute dan Transportasi Pulang
Singkatnya, perencanaan bersepeda di Sungai Han seharusnya dimulai bukan dari sepedanya, melainkan dari transportasi pulang. Urutannya seperti ini.
- Kalau kamu berencana naik subway sambil membawa sepeda, cek apakah hari itu Sabtu atau hari libur nasional. Sepeda sewaan seperti Ttareungi cukup dikembalikan di stasiun tujuan sehingga tidak bergantung hari, tetapi kalau di tujuan tidak ada stasiun sepeda, ubah rencanamu menjadi pulang-pergi.
- Tandai di peta aplikasi Ttareungi apakah ada stasiun sepeda untuk pengembalian di tujuanmu.
- Kalau berencana menyeberang sungai, tentukan lebih dulu lewat jembatan mana dari lima jembatan itu.
- Pastikan cara pulang ke penginapan setelah mengembalikan sepeda, apakah kereta terakhir subway atau taksi.

Untuk akses masuk, subway paling sederhana. Kalau menuju ujung barat, titik acuannya Stasiun Banghwa Jalur 5; kalau ujung timur, Stasiun Paldang Jalur Jungang. Kalau memulai di dekat pusat sertifikasi area Yeouido, Ttukseom, atau Gwangnaru, kamu bisa bersepeda dalam potongan pendek. Kalau kamu belum memutuskan kartu transportasi mana yang akan dipakai, bandingkan syarat tiap jenis tiket di Panduan Climate Card. Kamu juga bisa mengecek di halaman itu apakah ada jenis tiket yang mencakup penggunaan Ttareungi.
Untuk pulang, taksi sering menjadi pilihan paling realistis. Setelah mengembalikan sepeda, yang tersisa hanya badan dan barang bawaanmu. Namun Kakao T memerlukan verifikasi nomor ponsel Korea sehingga sering jadi rintangan pertama bagi wisatawan. Cara menggunakannya tanpa nomor Korea dirangkum di Panduan Kakao T untuk Orang Asing.
| Sarana | Apa yang diselesaikan | Titik yang menyulitkan orang asing |
|---|---|---|
| Situs web & aplikasi Ttareungi | Sewa & pengembalian sepeda | Paket orang asing hanya kartu terbitan luar negeri, 1 kartu = 1 tiket |
| Penyewaan sepeda Taman Sungai Han | Menyewa dan mengembalikan di dalam taman | Tarif & kebutuhan identitas tidak dapat diverifikasi dari sumber resmi |
| Subway (kartu transportasi) | Akses rute dan perjalanan pulang | Untuk membawa sepeda harus hari Sabtu atau libur nasional |
| Kakao T | Panggil taksi | Perlu verifikasi nomor ponsel Korea |
| LACHA | Taksi, KTX, bus ekspres, Airport Railroad, kartu transportasi | Tidak melayani penyewaan dan pengembalian sepeda |
Menyewa dan mengembalikan sepeda memang tidak bisa digantikan oleh aplikasi transportasi mana pun. Tapi perjalanan menuju Sungai Han dan taksi untuk pulang ke penginapan saat bersepedamu molor bisa disatukan di satu tempat. LACHA adalah super app transportasi dan pembayaran untuk orang asing yang bisa langsung dipakai tanpa verifikasi identitas. Secara prosedur resmi, aplikasinya dirancang agar tidak memerlukan verifikasi identitas, sehingga kamu bisa mulai hanya dengan paspor tanpa rekening bank atau nomor ponsel Korea, dan bisa membayar dengan pembayaran instan luar negeri seperti Alipay dan WeChat Pay maupun kartu luar negeri. Di tepi sungai setelah matahari terbenam, mendapatkan kendaraan butuh waktu, jadi menentukan sarana pulang lebih awal akan membuatmu lebih tenang.
Ingin mencari dan memesan KTX serta bus ekspres dalam satu aplikasi? Coba LACHA.
Dirancang untuk dipakai tanpa nomor telepon atau rekening bank Korea, mendukung DANA, Alipay, Apple Pay, dan metode pembayaran luar negeri lainnya. Panggil taksi, pesan KTX, bus ekspres, dan kereta bandara AREX — semua dalam satu aplikasi.
Masukkan kode GUIDE3 saat daftar, dapat 3.000P langsung
Unduh sekarang
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q1. Saya hanya punya kartu terbitan Korea, apakah bisa membeli paket orang asing Ttareungi? Sulit. Berdasarkan panduan Seoul Facilities Corporation, pembayaran tiket paket khusus orang asing hanya bisa dengan kartu kredit terbitan luar negeri. Kalau kamu tinggal di Korea dan sudah menutup kartu dari negara asal, jalur ini tertutup. Alternatifnya adalah menggunakan Discover Seoul Pass, atau kalau punya ponsel atas nama Korea, mendaftar sebagai anggota biasa lalu membeli tiket harian atau tiket berjangka. Ingat juga batasan bahwa satu kartu hanya bisa membeli satu tiket.
Q2. Bisakah saya pulang dengan membawa sepeda ke dalam subway? Tergantung harinya. Jalur 1~8 hanya memperbolehkan sepeda biasa pada hari Sabtu dan hari libur nasional (Ketentuan Pengangkutan Penumpang Pasal 38 ayat 1), sedangkan sepeda lipat boleh kapan saja tanpa batasan hari. Jalur 9 dan Shinbundang Line hanya memperbolehkan sepeda lipat; sepeda biasa tidak boleh bahkan di akhir pekan. Meski di hari yang diperbolehkan, kamu harus naik hanya di gerbong paling depan atau paling belakang, dan tidak boleh memakai lift maupun eskalator sehingga harus lewat tangga (Pasal 39 ayat 1). Kalau tertangkap di hari yang tidak diperbolehkan, dikenakan biaya tambahan 5,000 KRW per barang bawaan.
Q3. Apakah Ttareungi dianggap dikembalikan kalau saya parkir dan kunci di tujuan? Tidak. Ttareungi bukan layanan dockless, jadi harus dikaitkan ke rak stasiun sepeda atau dilakukan pengembalian berantai agar diproses sebagai pengembalian. Kalau hanya diparkir begitu saja, status sewa tetap berjalan dan setelah melewati waktu dasar akan bertambah 200 KRW per 5 menit. Kalau sepeda tidak dikembalikan selama 4 jam setelah disewa, sepeda dianggap dicuri, jadi cek dulu stasiun sepeda di dekat tujuanmu lewat peta aplikasi sebelum berangkat.
Q4. Jembatan mana yang harus saya lewati untuk menyeberang ke sisi lain Sungai Han? Jembatan yang dinyatakan Pemkot Seoul bisa dilalui sepeda adalah Jembatan Mapo (jalur landai ujung selatan), Jembatan Hangang (lift di bawah jembatan), Jembatan Banpo (Jamsu Bridge), Jembatan Kereta Jamsil, dan Jembatan Gwangjin. Jembatan di Sungai Han berjumlah 31 titik (27 jembatan besar dan 4 jembatan kereta), tetapi sebagian besar tidak memiliki panduan jalur sepeda. Meski aplikasi peta memandu lewat rute pejalan kaki, bukan berarti bisa dilalui sepeda, jadi tentukan jembatan penyeberanganmu sebelum berangkat. Kalau ruasnya di luar Seoul, perlu konfirmasi terpisah ke lembaga pengelola daerah tersebut.
Q5. Bolehkah saya minum bir di Taman Sungai Han lalu bersepeda? Tidak boleh. Sepeda juga termasuk objek larangan mengemudi dalam pengaruh alkohol menurut Pasal 44 ayat (1) UU Lalu Lintas Jalan, sehingga pelanggarnya dikenai denda tilang 30,000 KRW (Lampiran 8 Peraturan Pelaksana nomor 64-2), dan menolak tes alkohol oleh polisi dikenai denda tilang 100,000 KRW (Lampiran yang sama nomor 64-3). Banyak orang datang dari negara yang menganggap sepeda tidak masalah, tetapi Korea tidak begitu. Kalau kamu sudah minum alkohol di Taman Sungai Han, kembalikan sepedanya ke stasiun sepeda dan pulanglah dengan subway atau taksi.
Catatan: Tarif, aturan, dan pasal dalam artikel ini dirangkum dari panduan tarif resmi Seoul Bike Ttareungi, panduan Seoul Facilities Corporation, panduan jalur sepeda jembatan Sungai Han dari Pemerintah Kota Seoul, Bicycle Happy Sharing Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan, serta Informasi Hukum Kehidupan Sehari-hari Kementerian Legislasi Pemerintah, per Agustus 2026. Tarif sewa, ketentuan pengangkutan penumpang kereta, dan Peraturan Pelaksana UU Lalu Lintas Jalan dapat direvisi sehingga bisa berubah sewaktu-waktu. Khususnya aturan membawa sepeda yang berlaku saat ini di kereta metropolitan KORAIL (dasarnya pengumuman Maret 2023), tarif tiket sehari penuh untuk orang asing, besaran ganti rugi bila tidak dikembalikan, serta tarif dan kebutuhan identitas di tempat penyewaan sepeda Taman Sungai Han adalah hal-hal yang belum dapat kami pastikan dalam artikel ini, jadi harap konfirmasi langsung ke lembaga terkait seperti call center Ttareungi (1599-0120) atau pusat layanan pelanggan KORAIL (1544-7788) sebelum menggunakannya. LACHA tidak menyewakan sepeda maupun mewakili proses pengembaliannya.




